PII Suarakan Isu Banjir Longsor Sumatera

Intermediate Training Pelajar Islam Indonesia menggelar orasi kemanusiaan dan doa bersama untuk korban banjir dan longsor di Sumatera.

 

 

Jakarta – Sebagai bentuk kepedulian terhadap bencana alam yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera, Peserta Konvensional Intermediate Training Pelajar Islam Indonesia (PII) menggelar kegiatan bertajuk “Menyuarakan Isu Banjir dan Longsor Sumatera serta Doa Bersama untuk Korban Banjir Sumatera”. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kesadaran publik sekaligus menumbuhkan empati dan solidaritas terhadap masyarakat terdampak.

“Kegiatan ini kami selenggarakan sebagai bentuk kepedulian dan solidaritas terhadap saudara-saudara kami di Sumatera yang terdampak banjir dan longsor,” ujar perwakilan Peserta Intermediate Training PII.

Bencana banjir dan longsor yang terjadi di berbagai daerah di Sumatera dalam beberapa waktu terakhir telah menimbulkan dampak serius. Kerusakan lingkungan, kehilangan harta benda, hingga terganggunya aktivitas dan kehidupan masyarakat menjadi konsekuensi nyata dari musibah tersebut. Melalui kegiatan ini, Peserta Intermediate Training Pelajar Islam Indonesia berupaya menyuarakan kondisi darurat yang tengah dialami masyarakat Sumatera.

“Kami ingin menyuarakan kondisi darurat yang dialami masyarakat Sumatera agar mendapatkan perhatian lebih luas dari publik maupun para pemangku kepentingan,” katanya.

Rangkaian kegiatan diisi dengan orasi kemanusiaan, penyampaian informasi mengenai dampak banjir dan longsor, serta doa bersama sebagai bentuk dukungan moral dan spiritual bagi para korban bencana. Doa bersama tersebut menjadi simbol harapan bagi masyarakat terdampak.

“Melalui doa bersama ini, kami berharap para korban diberikan kekuatan, ketabahan, dan keselamatan, serta wilayah terdampak dapat segera pulih,” ujarnya.

Peserta Intermediate Training PII menilai bahwa penanganan bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga dukungan moral dan kepedulian sosial dari berbagai pihak.

BACA JUGA  Mets vs Dodgers: Prediksi, Peluang & Tren Taruhan

“Bencana tidak cukup ditangani dengan bantuan fisik semata, tetapi juga memerlukan empati dan dukungan sosial yang berkelanjutan,” tutur perwakilan peserta.

Selain itu, kegiatan ini juga menjadi ajakan terbuka kepada seluruh elemen masyarakat untuk turut ambil bagian dalam aksi kemanusiaan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk berpartisipasi, baik melalui doa, kepedulian sosial, penyebaran informasi yang akurat, maupun bantuan nyata bagi para korban,” lanjutnya.

Melalui kegiatan tersebut, Peserta Intermediate Training Pelajar Islam Indonesia berharap tumbuh kesadaran kolektif akan pentingnya nilai kemanusiaan dan solidaritas sosial.

“Kami percaya semangat gotong royong dapat menjadi kekuatan bersama untuk membantu masyarakat Sumatera bangkit dari musibah,” katanya.

Para peserta juga menegaskan komitmennya untuk terus mengawal isu-isu kemanusiaan dan kebencanaan sebagai bagian dari peran generasi muda.

“Kami akan terus mengawal isu-isu kemanusiaan sebagai wujud tanggung jawab generasi muda dalam membangun kepedulian sosial,” pungkasnya.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *