Momen Idul Fitri di Aceh Utara menjadi ajang silaturahmi antara Marlina Muzakir dan Bang Ucok.
Aceh Utara — Hari kelima Idul Fitri 1447 Hijriah menjadi momen penuh makna bagi Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir. Dalam suasana silaturahmi lebaran, ia kembali bertemu dengan Jamaluddin (56), sopir truk tangki yang pernah membantunya menembus banjir pada November 2025 lalu.
Pertemuan tersebut berlangsung hangat di tengah kegiatan halal bihalal yang dihadiri masyarakat di Aceh Utara. Marlina—yang akrab disapa Kak Na—tampak sumringah saat menyambut Jamaluddin, yang lebih dikenal sebagai Bang Ucok.
“Alhamdulillah, hari ini saya bisa kembali bersilaturahmi dengan Bang Ucok. Ia adalah sosok yang membantu kami saat menerobos banjir dari Seunuddon menuju Lhokseumawe,” kata Marlina.
Pada kesempatan itu, Marlina juga memperkenalkan Jamaluddin kepada Zubaidah, ibunda Gubernur Aceh Muzakir Manaf. Ia menyampaikan apresiasi atas keberanian dan kepiawaian Jamaluddin dalam mengemudi di tengah kondisi darurat.
“Berkat bantuan dan keterampilannya, kami bisa tiba dengan selamat di Lhokseumawe meski perjalanan saat itu sangat menegangkan,” ujarnya.
Peristiwa tersebut terjadi ketika banjir melanda sejumlah wilayah Aceh pada akhir November 2025. Saat itu, Marlina bersama tim tengah melakukan kunjungan ke sejumlah daerah untuk menyalurkan bantuan logistik. Namun, dalam perjalanan kembali, rombongan terjebak banjir di kawasan Seunuddon, Aceh Utara.
Kondisi semakin sulit karena jaringan komunikasi terputus, sehingga tim tidak dapat berkoordinasi dengan pihak luar. Dalam situasi tersebut, Marlina menginstruksikan tim untuk mencari cara keluar dari lokasi terdampak.
Sebuah truk tangki milik Jamaluddin yang berada di sekitar lokasi kemudian menjadi solusi. Meski menyadari risiko, Jamaluddin bersedia mengantar rombongan menembus banjir menuju Lhokseumawe.
Perjalanan dimulai pada sore hari dengan penuh kehati-hatian. Truk melaju perlahan untuk menghindari kerusakan pada rumah warga di sepanjang jalan yang terendam air. Setelah menempuh perjalanan berjam-jam, rombongan akhirnya tiba dengan selamat pada malam hari.
Di balik perannya membantu orang lain, Jamaluddin juga merupakan korban banjir. Rumahnya dilaporkan rusak akibat terjangan banjir bandang. Saat ini, ia bersama keluarganya tinggal sementara di rumah sewa sambil menunggu pembangunan hunian baru.
Dalam kesempatan tersebut, Jamaluddin menyampaikan rasa terima kasih atas undangan dan perhatian yang diberikan.
“Alhamdulillah, kami bisa bersilaturahmi. Terima kasih atas undangan dan perhatian Ibu,” ujarnya.
Kegiatan halal bihalal itu berlangsung meriah dengan kehadiran masyarakat yang datang bersilaturahmi. Momentum tersebut sekaligus mempererat hubungan antara pemimpin daerah dan masyarakat dalam suasana Idul Fitri.







