Polda Aceh Bangun 300 Sumur Bor untuk Air Bersih Korban Banjir Aceh Tamiang

Langkah kemanusiaan Polri mempercepat pemulihan kebutuhan dasar warga terdampak banjir Aceh Tamiang.

 

 

Banda Aceh — Kepolisian Daerah (Polda) Aceh terus mempercepat upaya penanggulangan dan pemulihan pascabencana banjir di Kabupaten Aceh Tamiang. Salah satu langkah konkret yang dilakukan adalah pembangunan dan pengaktifan sumur bor air bersih untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat terdampak tetap terpenuhi.

Kapolda Aceh Irjen Pol. Marzuki Ali Basyah mengatakan, hingga Sabtu (20/12/2025), sebanyak 23 titik sumur bor air bersih telah aktif dan dimanfaatkan oleh warga. Program ini merupakan bagian dari aksi kemanusiaan Polri dalam merespons dampak banjir yang menyebabkan keterbatasan akses air bersih di sejumlah wilayah.

“Polda Aceh berkomitmen untuk terus hadir membantu masyarakat, khususnya dalam pemenuhan kebutuhan air bersih pascabencana. Hingga saat ini, sebanyak 23 titik sumur bor telah aktif dan dapat dimanfaatkan. Ini adalah wujud kepedulian dan tanggung jawab kemanusiaan Polri agar masyarakat tetap memiliki akses air bersih yang layak,” ujar Marzuki.

Ia menjelaskan, pada Jumat (19/12/2025), jajaran Polda Aceh kembali melakukan penggalian tujuh sumur bor di sejumlah lokasi strategis yang menjadi pusat aktivitas warga. Lokasi tersebut meliputi Masjid Miftahul Jannah Dusun Mesjid Desa Payah Rahat, Kampung Suka Mulia Dusun Rukun, Masjid Istiqamah Kampung Suka Mulya, Kampung Suka Mulya Dusun Keluarga, Masjid Nurul Iman Kampung Tanjung Seumantoh, Masjid Nurut Taqwa Dusun Masjid Desa Medang Ara, serta SD Suka Mulia Paya Raja di Desa Suka Mulia Upah.

Menurut Kapolda, pemilihan lokasi pembangunan sumur bor air bersih diprioritaskan pada fasilitas umum yang memiliki peran vital dalam kehidupan masyarakat, seperti masjid, sekolah, dan pusat layanan publik. Dengan demikian, keberadaan sumur bor diharapkan dapat dimanfaatkan secara optimal oleh warga sekitar.

BACA JUGA  Wakapolda Aceh Hadiri Isra Mikraj di Mesjid Raya Baiturrahman

Lebih lanjut, alumnus Akabri 1991 itu menegaskan bahwa program pembangunan sumur bor tidak berhenti pada 23 titik yang telah berfungsi. Ke depan, Polda Aceh menargetkan pembangunan hingga 300 titik sumur bor yang akan tersebar di 216 desa pada 12 kecamatan di Kabupaten Aceh Tamiang. Bahkan, pembangunan serupa juga berpotensi dilakukan di wilayah lain yang terdampak bencana.

“Kami menargetkan pembangunan hingga 300 titik sumur bor dengan sasaran utama masjid dan musala, puskesmas, sekolah, lokasi pengungsian, serta fasilitas umum lainnya. Ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan untuk mempercepat pemulihan masyarakat,” katanya.

Marzuki berharap, keberadaan sumur bor tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan air bersih warga, tetapi juga mendukung kelancaran aktivitas ibadah, pendidikan, serta pelayanan kesehatan di daerah terdampak banjir.

Kapolda Aceh menegaskan, peran Polri dalam penanganan bencana tidak terbatas pada aspek keamanan semata. Polri juga hadir sebagai mitra masyarakat dalam meringankan beban korban bencana dan mempercepat pemulihan kehidupan sosial secara berkelanjutan.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *