Dukungan Psikososial Pulihkan Pendidikan Anak Pascabencana

Puluhan anak di Aceh Tengah mengikuti kegiatan trauma healing Save the Children untuk menjaga keberlangsungan pendidikan pascabencana.

 

 

Banda Aceh — Di tengah keterbatasan akibat bencana, harapan tetap tumbuh dari ruang-ruang sederhana tempat anak-anak berkumpul untuk belajar dan bermain. Di Desa Kekuyang, Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, puluhan anak mengikuti kegiatan dukungan psikososial sebagai bagian dari upaya menjaga pemulihan pendidikan anak pascabencana.

Sebanyak 75 anak berpartisipasi dalam kegiatan Psychosocial Support Activity (PSA) atau trauma healing yang dilaksanakan oleh Save the Children Indonesia. Melalui berbagai aktivitas seperti bernyanyi, bermain, dan berbagi cerita, anak-anak diajak untuk kembali merasa aman dan nyaman setelah mengalami situasi darurat akibat bencana.

Di sela-sela kegiatan, sejumlah anak menyampaikan kerinduan mereka untuk kembali bersekolah secara normal. Saat ini, proses belajar mengajar masih berlangsung terbatas, yakni tiga hari dalam sepekan, menyesuaikan dengan kondisi pascabencana dan ketersediaan sarana pendidikan.

Pelaksanaan kegiatan dukungan psikososial anak tersebut dilaporkan oleh perwakilan Save the Children Indonesia kepada Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, pada Sabtu (24/1/2026). Dalam laporannya, Save the Children menegaskan komitmennya untuk terus menjangkau desa-desa dan sekolah yang masih terisolasi, khususnya di wilayah Aceh Tengah dan Bener Meriah, sebagai bagian dari upaya pemulihan pendidikan anak.

Pemerintah Aceh menyambut baik inisiatif tersebut. Murthalamuddin menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat langsung di lapangan dalam memastikan proses belajar mengajar tetap berjalan, meskipun berada dalam situasi darurat.

“Di masa pemulihan, pendidikan bukan hanya soal pelajaran di kelas, tetapi juga tentang memulihkan rasa aman dan semangat anak-anak,” ujar Murthalamuddin.

Menurutnya, pemulihan pendidikan pascabencana membutuhkan tanggung jawab sosial bersama. Pemerintah, lembaga kemanusiaan, serta masyarakat memiliki peran penting untuk memastikan hak anak atas pendidikan tetap terpenuhi, baik dari sisi akademik maupun kesehatan mental dan emosional.

BACA JUGA  SPMB Aceh Dijamin Bersih, Sekolah Negeri Kini Setara

Dari Desa Kekuyang, optimisme itu perlahan tumbuh. Melalui kegiatan sederhana namun sarat makna yang menghadirkan rasa aman dan kebersamaan, anak-anak kembali belajar menatap masa depan, beranjak keluar dari bayang-bayang bencana menuju harapan yang lebih baik.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *