Tiongkok Tolak Tarif Trump, Sebut Fentanyl Masalah AS

keputusan Trump ini dapat memicu reaksi dari China dan mempengaruhi hubungan dagang antara kedua negara.

 

 

Jakarta – Tiongkok mengecam rencana pemerintahan Trump untuk mengenakan tarif 10 persen atas impor Tiongkok. Rencana ini telah lama diancamkan dan Tiongkok tetap membuka peluang untuk perundingan dengan AS.

Tiongkok berencana menentang tarif tersebut di Organisasi Perdagangan Dunia dan mengambil tindakan balasan, meskipun belum disebutkan secara spesifik. Tarif tersebut akan mulai berlaku pada hari Selasa, demikian kata kementerian keuangan dan perdagangan Tiongkok.

Dalam Tanggapan Tiongkok atas rencana tarif Presiden Trump tidak seagresif seperti yang terjadi pada masa jabatan pertamanya.

Sementara itu, Trump telah memerintahkan tarif sebesar 25% untuk impor dari Kanada dan Meksiko, serta 10% untuk barang-barang dari Tiongkok.

Hal ini, Tiongkok telah mengeluarkan pernyataan yang lebih terukur dalam beberapa minggu terakhir, menunjukkan bahwa mereka tidak ingin memperburuk situasi.

Namun, keputusan Trump ini dapat memicu reaksi dari Tiongkok dan mempengaruhi hubungan dagang antara kedua negara.

Kementerian Perdagangan Tiongkok mengatakan bahwa keputusan Presiden Trump untuk mengenakan tarif pada impor Tiongkok.

“Pelanggaran serius terhadap aturan perdagangan internasional. Mereka mendesak Amerika Serikat untuk terlibat dalam dialog yang jujur dan memperkuat kerja sama,” dikutip dari CNA, Minggu, (2/2/2025).

Lebih lanjut, China juga berencana untuk mengajukan gugatan hukum ke Organisasi Perdagangan Dunia (WTO), meskipun langkah ini dianggap sebagian besar bersifat simbolis.

Sebelumnya, Tiongkok telah melakukan hal serupa terhadap tarif kendaraan listrik buatan Tiongkok yang diberlakukan oleh Uni Eropa.

Selama beberapa minggu terakhir, juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Mao Ning, telah mengatakan bahwa Beijing yakin tidak ada pemenang dalam perang dagang. Namun, pada hari Minggu, penolakan paling tajam dari Tiongkok adalah terkait dengan fentanil.

BACA JUGA  Perang Dagang Meningkat, China Sasar Perusahaan Teknologi AS

Trump juga mendesak Tiongkok untuk menghentikan aliran fentanil ke Amerika Serikat.

Hal ini juga menjadi perhatian pemerintahan Joe Biden sebelumnya, yang mendesak China untuk menindak pengiriman bahan kimia prekursor yang diperlukan untuk memproduksi obat tersebut.

“fentanil adalah masalah domestik Amerika Serikat. Mereka juga menegaskan bahwa China telah melakukan kerja sama yang luas dengan AS dalam hal antinarkotika dan telah mencapai hasil yang signifikan,” kata Kemenlu Tiongkok.

Sementara itu, Kanada dan Meksiko telah mengumumkan rencana untuk membalas atas keputusan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif 25% pada impor dari kedua negara tersebut.

“Kanada akan membalas dengan mengenakan tarif sebesar 25% pada barang-barang AS, termasuk minuman dan peralatan.”

Trudeau juga, mengumumkan bahwa Kanada akan mengenakan tarif sebesar 25% pada barang-barang Amerika Serikat (AS) senilai C$155 miliar atau sekitar Rp 1.736 triliun sebagai tanggapan atas keputusan Presiden Donald Trump untuk mengenakan tarif 25% pada impor dari Kanada.

Tarif sebesar C$30 miliar akan mulai berlaku pada hari Selasa, bersamaan dengan tarif Trump, dan sisa C$125 miliar akan dikenakan bea masuk dalam waktu 21 hari. Keputusan ini diambil setelah hubungan antara Kanada dan AS mencapai titik terendah.

Trudeau juga berbicara langsung kepada warga Amerika, mengatakan bahwa tarif tersebut akan menaikkan biaya untuk mereka, termasuk makanan di toko kelontong dan bensin di pompa bensin.

Ia juga menegaskan bahwa tarif tersebut akan menghalangi akses warga Amerika ke pasokan barang-barang vital yang terjangkau.

“Tarif yang diberlakukan oleh Trump dapat memicu kenaikan harga barang-barang impor di AS, hingga mempengaruhi daya beli warga Amerika.”

Selain itu, tarif tersebut juga dapat memicu perang dagang antara AS dan Kanada, yang dapat berdampak buruk pada kedua negara.

BACA JUGA  Emas Tembus $3.000/oz, Capai Rekor di Reli Safe Haven

“Kanada akan mengenakan tarif balasan terhadap produk Amerika Serikat, termasuk bir, anggur, dan bourbon, serta buah-buahan dan jus buah seperti jus jeruk dari Florida.”

Selain itu, Kanada juga akan menargetkan barang-barang seperti pakaian, peralatan olahraga, dan peralatan rumah tangga.

Trudeau juga mengatakan bahwa Kanada sedang mempertimbangkan langkah-langkah nontarif terkait dengan mineral penting, pengadaan energi, dan kemitraan lainnya. Ia mendorong warga Kanada untuk membeli produk-produk Kanada dan berlibur di dalam negeri daripada di AS.

“Kami tidak meminta ini, tetapi kami tidak akan mundur.” kata Trudeau

Komentar