Badai Musim Dingin AS Tewaskan Puluhan Orang

Badai musim dingin Fern melanda Amerika Serikat, menyebabkan puluhan korban jiwa dan cuaca ekstrem di berbagai negara bagian.

 

 

Jakarta — Badai musim dingin Fern yang melanda Amerika Serikat sejak akhir pekan lalu dilaporkan telah menyebabkan puluhan korban jiwa di berbagai negara bagian. Cuaca ekstrem berupa salju tebal, hujan es, dan hujan beku diperkirakan masih akan berdampak luas hingga awal pekan ini.

Para peramal cuaca menyampaikan bahwa badai musim dingin Fern bergerak dari wilayah selatan-tengah Amerika Serikat dan menguat ke kawasan Timur Laut. Kondisi tersebut diperkirakan memengaruhi sekitar 190 juta penduduk hingga Senin pagi waktu setempat.

Mengutip Associated Press (AP), sedikitnya 30 orang meninggal dunia akibat dampak langsung maupun tidak langsung dari badai musim dingin tersebut. Di Kota New York, delapan orang ditemukan meninggal di luar ruangan selama akhir pekan, diduga akibat paparan suhu ekstrem.

Di Tennessee, Departemen Kesehatan negara bagian mengonfirmasi tiga kematian terkait cuaca musim dingin, masing-masing terjadi di Crockett County, Haywood County, dan Obion County.

Sementara itu, sebuah insiden fatal terjadi di Norwood, Massachusetts, ketika sepasang suami istri tertabrak truk pembersih salju di area parkir MBTA Norwood Central pada Minggu siang. Menurut laporan CBS Boston, seorang perempuan berusia 51 tahun meninggal di tempat kejadian, sementara suaminya yang berusia 47 tahun mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit dengan kondisi tidak mengancam jiwa.

Pengemudi truk pembersih salju tersebut diketahui berusia 33 tahun dan bekerja untuk perusahaan swasta yang dikontrak oleh MBTA. Polisi menyatakan pengemudi tetap berada di lokasi kejadian dan kooperatif dalam proses penyelidikan.

Di Louisiana, Departemen Kesehatan setempat melaporkan tiga kematian terkait badai musim dingin. Seorang pria berusia 86 tahun di Paroki DeSoto meninggal akibat keracunan karbon monoksida, sementara dua pria lainnya di Paroki Caddo meninggal karena hipotermia.

BACA JUGA  Manuver Energi Amerika di Venezuela Dinilai Ubah Peta Minyak Global

Korban juga dilaporkan di Pennsylvania. Kantor Koroner Kabupaten Lehigh menyebutkan tiga orang meninggal dunia saat melakukan aktivitas menyekop dan membersihkan salju. Pihak berwenang menyatakan kematian tersebut berkaitan dengan kondisi medis mendadak yang sering terjadi saat aktivitas fisik berat, terutama pada lansia atau individu dengan penyakit bawaan.

Di Mississippi, Gubernur Tate Reeves melaporkan dua kematian akibat badai musim dingin, masing-masing di Hinds County dan Tishomingo County. Ia juga menyebutkan bahwa 47 kabupaten dan Suku Indian Choctaw Mississippi mengalami dampak dan kerusakan akibat badai.

Korban lainnya dilaporkan di New Jersey, di mana seorang pria berusia 67 tahun meninggal setelah ditemukan polisi dan diduga sedang menyekop salju. Di Carolina Selatan, seorang perempuan berusia 96 tahun meninggal akibat hipotermia di Greenwood County, sementara di Kentucky, seorang perempuan berusia 72 tahun dilaporkan meninggal karena kondisi serupa di Whitley County.

Selain itu, dua kematian tambahan juga dilaporkan terjadi di Arkansas dan Texas, seiring meluasnya dampak badai musim dingin Fern di berbagai wilayah Amerika Serikat.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *