BWS Sumatera I Kerahkan 17 Alat Berat Pulihkan Pascabencana Aceh

Sejumlah excavator dan wheel loader diturunkan untuk mempercepat pembersihan lumpur, sampah, serta normalisasi sungai di kabupaten terdampak banjir di Aceh

 

 

Banda Aceh — Upaya percepatan pemulihan pascabencana hidrometeorologi yang melanda sejumlah wilayah di Aceh terus dilakukan. Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera I mengerahkan total 17 unit alat berat untuk membantu penanganan dampak banjir dan longsor yang terjadi sejak beberapa hari terakhir.

Langkah ini merupakan bagian dari operasi tanggap darurat untuk memulihkan aktivitas masyarakat pada daerah-daerah yang terdampak paling parah. Seluruh alat berat telah diposisikan di titik-titik strategis guna mempercepat pembersihan material lumpur, sampah, serta normalisasi aliran sungai dan drainase.

Informasi tersebut disampaikan Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, dalam keterangan resmi di Banda Aceh, Sabtu (06/12/2025).

Menurut Murthalamuddin, dukungan BWS Sumatera I sangat krusial mengingat kerusakan fisik fasilitas publik dan gangguan akses transportasi menjadi hambatan utama dalam proses evakuasi dan bantuan logistik.

“Total 17 unit alat berat sudah diturunkan BWS Sumatera I ke sejumlah kabupaten terdampak untuk mempercepat pemulihan pascabencana,” jelasnya.

Sebaran Alat Berat di Kabupaten Terdampak

Berdasarkan data yang diterimanya, distribusi alat berat dilakukan berdasarkan tingkat urgensi dan kebutuhan lapangan. Rinciannya sebagai berikut:

  • Kabupaten Aceh Barat: 2 unit excavator untuk pembersihan lumpur dan sampah di jalan utama, drainase, dan sungai.
  • Pidie Jaya: 2 unit excavator dan 1 unit wheel loader untuk pembersihan jalur transportasi dan normalisasi saluran air.
  • Aceh Tenggara: 3 unit excavator dikerahkan untuk pembersihan material banjir serta normalisasi sungai.
  • Aceh Utara: 2 unit excavator untuk penanganan lumpur dan sampah pada drainase dan aliran sungai.
  • Pidie, Aceh Tamiang, dan Bireuen: alat berat bekerja untuk percepatan pembersihan dan penanganan dampak bencana di wilayah masing-masing.
BACA JUGA  Kondisi Ammar Zoni di Nusakambangan Bikin Keluarga Cemas

Secara total, 14 unit excavator dan 3 unit wheel loader telah bekerja di lapangan sejak status tanggap darurat diberlakukan.

Pemulihan Diharapkan Berjalan Lebih Cepat

Murthalamuddin berharap pengerahan alat berat dapat mempercepat pemulihan akses publik dan memungkinkan warga kembali melakukan aktivitas normal.

“Semoga dukungan ini dapat memperlancar penanganan bencana dan memulihkan kehidupan masyarakat secepat mungkin,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa kolaborasi lintas sektor, termasuk pemerintah daerah, kementerian/lembaga, relawan, dan TNI–Polri terus ditingkatkan untuk memastikan penanganan berjalan efektif dan terukur.

Posko tanggap darurat tetap membuka layanan informasi dan laporan masyarakat terkait perkembangan situasi di wilayah terdampak.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *