Gubernur Aceh Tinjau Pengungsian Korban Banjir di Sawang

Kunjungan dilakukan untuk memastikan kondisi penyintas satu bulan setelah banjir bandang melanda sejumlah desa di Kecamatan Sawang, Aceh Utara.

 

 

Aceh Utara — Gubernur Aceh Muzakir Manaf, yang akrab disapa Mualem, meninjau langsung dua lokasi pengungsian warga terdampak bencana hidrometeorologi di Kecamatan Sawang, Kabupaten Aceh Utara, Senin malam, 12 Januari 2026. Kunjungan dilakukan di Desa Gunci, Dusun Lhok Pungki, serta Desa Riseh Teunong untuk memastikan kondisi para penyintas satu bulan setelah bencana melanda wilayah tersebut.

Di dua titik pengungsian itu, tercatat sebanyak 85 kepala keluarga di Desa Gunci dan 30 kepala keluarga di Desa Riseh Teunong masih bertahan di tenda-tenda darurat. Mereka terpaksa mengungsi setelah hujan berintensitas tinggi memicu meluapnya aliran sungai dan banjir bandang yang menyebabkan rumah warga tergenang bahkan rusak berat. Aceh Utara menjadi salah satu daerah yang terdampak paling serius akibat cuaca ekstrem di Aceh dan Sumatera pada akhir tahun lalu.

Dalam kunjungan tersebut, Gubernur Mualem turut didampingi Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) Salmawati, Wakil Bupati Aceh Utara Tarmizi, serta Kepala Biro Administrasi Pimpinan Setda Aceh, Akkar Arafat. Rombongan meninjau area pengungsian, termasuk dapur umum, layanan kesehatan darurat, serta fasilitas penunjang lainnya yang digunakan warga selama masa evakuasi.

Mualem juga berdialog dengan para penyintas untuk mendengarkan langsung kebutuhan dan keluhan mereka, terutama terkait ketersediaan logistik, layanan kesehatan, serta kepastian hunian pascabencana. Ia memberi perhatian khusus pada kondisi anak-anak, lansia, serta kelompok rentan yang masih berada di pengungsian.

Pemerintah Aceh, ujar dia, akan terus berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten dan instansi terkait untuk memastikan penanganan dampak bencana berjalan secara terarah, mulai dari pemenuhan kebutuhan dasar hingga tahapan rehabilitasi dan rekonstruksi.

BACA JUGA  Panen Raya Jantho Tandai Kebangkitan Pertanian Aceh Besar

“Yang paling utama saat ini adalah memastikan warga terdampak mendapatkan pelayanan yang layak, aman, dan sehat. Pemerintah akan hadir sampai masyarakat benar-benar pulih,” kata Mualem dalam kesempatan itu.

Hingga kini, sejumlah infrastruktur yang terdampak banjir bandang masih dalam proses pendataan. Pemerintah daerah menyiapkan langkah pemulihan secara bertahap sembari mengantisipasi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *