Kadisdik Aceh Laporkan Pemulihan Pendidikan Pascabencana

Progres rehabilitasi sekolah dan pemulihan layanan belajar disampaikan langsung kepada Gubernur Mualem di Jakarta.

 

 

Jakarta — Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, melaporkan perkembangan penanganan sektor pendidikan pascabencana kepada Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), dalam pertemuan yang berlangsung di Kantor Penghubung Pemerintah Aceh, Jalan Gondangdia, Jakarta, Jumat (16/1/2026).

Dalam pertemuan tersebut, Murthalamuddin menyampaikan bahwa proses pemulihan pendidikan pascabencana di Aceh terus berjalan secara bertahap. Salah satu fokus utama saat ini adalah pembersihan lingkungan sekolah yang terdampak bencana agar kegiatan belajar mengajar dapat segera kembali berlangsung dengan aman dan nyaman.

Selain pembersihan, Pemerintah Aceh juga menyiapkan langkah rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan sekolah yang mengalami kerusakan. Upaya ini mencakup perbaikan ruang kelas, fasilitas pendukung, serta rehabilitasi mobiler seperti meja, kursi, dan sarana pembelajaran lain yang terdampak bencana.

Tidak hanya menitikberatkan pada pemulihan fisik, Murthalamuddin melaporkan bahwa pendataan kerusakan dilakukan secara menyeluruh sebagai dasar penyusunan dokumen teknis rehabilitasi dan rekonstruksi. Pemerintah Aceh juga memperkuat koordinasi lintas sektor dengan kementerian dan lembaga terkait guna memastikan dukungan anggaran serta pendampingan teknis berjalan optimal.

“Pemulihan pendidikan tidak hanya soal membangun kembali gedung sekolah, tetapi memastikan proses belajar mengajar dapat kembali normal, aman, dan memberi rasa tenang bagi peserta didik, guru, serta orang tua,” ujar Murthalamuddin.

Ke depan, Pemerintah Aceh mendorong percepatan rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah dengan menerapkan prinsip build back better, agar bangunan pendidikan yang dibangun kembali lebih tangguh terhadap potensi bencana di masa mendatang. Pendampingan psikososial bagi siswa dan tenaga pendidik juga menjadi bagian penting dari agenda pemulihan pendidikan pascabencana, untuk memulihkan semangat belajar dan mengajar.

BACA JUGA  Badai Musim Dingin AS Tewaskan Puluhan Orang

Gubernur Aceh Mualem dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya menumbuhkan optimisme masyarakat pascabencana. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah bekerja cepat, transparan, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat, khususnya di sektor pendidikan yang menjadi fondasi masa depan Aceh.

“Yang terpenting, masyarakat harus melihat bahwa negara hadir. Sekolah kembali berfungsi, anak-anak kembali belajar, dan harapan itu tumbuh kembali,” kata Mualem.

Pemerintah Aceh berharap rangkaian langkah pemulihan pendidikan pascabencana yang tengah dan akan dilakukan mampu mempercepat kebangkitan sektor pendidikan sekaligus memperkuat kepercayaan publik. Menurut Mualem, tidak ada warisan atau legacy yang lebih berharga bagi Aceh selain memastikan akses pendidikan yang aman, berkualitas, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *