Wisata arung jeram di Aceh Tengah ini menawarkan perpaduan adrenalin dan panorama alam Gayo yang memikat.
Aceh Tengah — Jika wisata alam umumnya identik dengan ketenangan, kawasan Lukup Badak di Kecamatan Pegasing justru menawarkan pengalaman berbeda melalui aktivitas arung jeram yang memacu adrenalin di tengah lanskap dataran tinggi Gayo yang asri.
Destinasi ini kian populer dalam beberapa tahun terakhir dan menjadi magnet baru bagi wisatawan pencinta petualangan. Popularitas tersebut semakin menguat setelah Lukup Badak meraih penghargaan sebagai Wisata Air Terbaik tingkat nasional dalam ajang Anugerah Pesona Indonesia (API) Award 2026. Penghargaan ini sekaligus menegaskan posisinya sebagai salah satu lokasi arung jeram unggulan di Indonesia.
Lukup Badak mengandalkan aliran Sungai Pesangan yang berhulu dari Danau Laut Tawar sebagai jalur utama pengarungan. Karakter arus sungai yang bervariasi, mulai dari jeram berintensitas ringan hingga menengah, memungkinkan aktivitas ini diikuti oleh berbagai kalangan, baik pemula maupun peserta berpengalaman.

Selama pengarungan, wisatawan tidak hanya disuguhi tantangan arus sungai, tetapi juga panorama alam khas Gayo yang memanjakan mata. Hamparan sawah hijau, kebun kopi yang membentang luas, serta pemandangan perbukitan menjadi latar alami yang menyertai perjalanan. Di beberapa titik, pengunjung bahkan dapat melihat kuda yang merumput di tepian sungai, menambah kesan autentik kawasan tersebut.
Perpaduan antara aktivitas petualangan dan keindahan alam menjadikan Lukup Badak memiliki daya tarik tersendiri. Setiap percikan air dan derasnya arus sungai menghadirkan sensasi menyegarkan, sementara udara sejuk pegunungan memberikan kenyamanan sepanjang perjalanan.
Aktivitas arung jeram di kawasan ini juga kerap menjadi pilihan wisata kelompok. Selain memberikan pengalaman yang menantang, kegiatan ini dinilai mampu mempererat kebersamaan antar peserta, baik dalam kelompok keluarga, komunitas, maupun wisatawan yang datang bersama rekan kerja.
Di balik perkembangan sektor pariwisata tersebut, Lukup Badak turut memberikan dampak positif bagi masyarakat sekitar. Kehadiran destinasi ini membuka peluang ekonomi baru, seperti penyedia jasa pemandu arung jeram, penyewaan peralatan, hingga usaha kuliner dan penginapan. Pertumbuhan ekonomi lokal ini berjalan seiring dengan upaya menjaga kelestarian lingkungan.
Duta Wisata Aceh Tengah, Win Marza H. Munthe, menilai Lukup Badak sebagai salah satu aset pariwisata potensial yang perlu terus dikembangkan secara berkelanjutan. Menurut dia, pengelolaan yang baik akan mampu menjaga keseimbangan antara pemanfaatan wisata dan pelestarian alam.
“Lukup Badak bukan hanya menawarkan wisata petualangan, tetapi juga memberikan kesempatan bagi pengunjung untuk menikmati dan menghargai keindahan alam Gayo,” ujarnya.
Ia menambahkan, penguatan promosi dan peningkatan fasilitas pendukung perlu dilakukan agar destinasi ini semakin dikenal luas, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Dengan berbagai keunggulan yang dimiliki, Lukup Badak tidak hanya menjadi destinasi wisata, tetapi juga menghadirkan pengalaman menyeluruh bagi pengunjung. Perpaduan antara adrenalin, panorama alam, dan nilai kebersamaan menjadikan kawasan ini sebagai pilihan menarik bagi wisatawan yang ingin merasakan sisi lain Aceh yang lebih menantang sekaligus memikat. (ADV)













