Pemkab Aceh Besar tekankan pentingnya kompetensi, adaptasi, dan daya saing lulusan SMK di tengah dinamika dunia kerja.
Banda Aceh — Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menegaskan pentingnya peningkatan kualitas lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK) agar memiliki kesiapan kerja dan daya saing yang kuat di tengah dinamika dunia industri yang terus berkembang.
Penegasan tersebut disampaikan Bupati Aceh Besar yang diwakili Asisten I Sekretariat Daerah Kabupaten Aceh Besar Bidang Tata Pemerintahan, Keistimewaan, dan Kesejahteraan Rakyat, Farhan AP, saat menghadiri kegiatan penyerahan lulusan SMK Negeri 3 Banda Aceh kepada pemerintah daerah. Kegiatan itu dirangkaikan dengan Festival DWADYANIFITY yang digelar di aula SMKN 1, SMKN 2, dan SMKN 3 Banda Aceh, kawasan Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Senin (4/5/2026).
Dalam sambutannya, Farhan menekankan bahwa lulusan SMK tidak cukup hanya mengantongi ijazah, tetapi harus memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurut dia, kesiapan mental, kemampuan adaptasi, serta keterampilan praktis menjadi kunci utama agar lulusan mampu bersaing secara profesional.
“Kami menekankan bahwa lulusan SMK tidak cukup hanya memiliki ijazah. Mereka harus siap kerja, adaptif, serta mampu bersaing di tengah dinamika dunia kerja yang terus berkembang,” ujar Farhan.
Kegiatan yang mengusung tema “Sinergi Membangun Generasi” tersebut menjadi momentum strategis dalam memperkuat kolaborasi antara dunia pendidikan, pemerintah, dan masyarakat. Sinergi tersebut dinilai penting untuk mencetak sumber daya manusia yang unggul, produktif, dan mampu menjawab tantangan pembangunan di masa depan.
Pada kesempatan itu, sebanyak 324 lulusan secara resmi diserahkan kepada pemerintah daerah, yang terdiri atas 176 siswa asal Kota Banda Aceh, 130 siswa dari Kabupaten Aceh Besar, serta 18 siswa lainnya dari berbagai kabupaten/kota di Aceh. Penyerahan ini menjadi simbol berakhirnya proses pendidikan formal sekaligus awal dari fase baru bagi para lulusan untuk terjun ke dunia kerja maupun melanjutkan pendidikan.
Farhan menambahkan, Pemerintah Aceh Besar terus berkomitmen mendukung penguatan pendidikan vokasi melalui berbagai program yang terintegrasi dengan kebutuhan industri. Langkah tersebut mencakup peningkatan kualitas kurikulum, penguatan kerja sama dengan dunia usaha dan dunia industri (DUDI), serta pengembangan keterampilan berbasis teknologi.
“Anak-anak kita adalah aset masa depan. Dengan sinergi yang kuat, kita optimistis mereka dapat tumbuh menjadi generasi yang mandiri, inovatif, dan memiliki daya saing tinggi,” katanya.
Selain prosesi penyerahan lulusan, kegiatan juga dimeriahkan dengan Festival DWADYANIFITY yang menampilkan beragam kreativitas siswa. Berbagai pertunjukan seni, inovasi karya, serta pameran hasil belajar menjadi bukti nyata potensi generasi muda dalam mengembangkan bakat dan keterampilan di luar aspek akademik.
Festival ini tidak hanya menjadi ajang ekspresi bagi para siswa, tetapi juga sarana mempererat kebersamaan antar pelajar serta memperkuat rasa percaya diri dalam menampilkan karya di hadapan publik.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Staf Ahli Gubernur Aceh Bidang Keistimewaan, Sumber Daya Alam, dan Kerja Sama, Husnan, Kepala Dinas Pendidikan Aceh Murthalamuddin, Staf Ahli Wali Kota Banda Aceh Bidang Perekonomian, Keuangan, dan Pembangunan, serta sejumlah pejabat lainnya, dewan guru, dan para siswa.
Melalui kegiatan ini, diharapkan terbangun ekosistem pendidikan vokasi yang lebih kuat dan adaptif, sehingga lulusan SMK tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga mampu berkontribusi aktif dalam pembangunan daerah.













