Mengapa Nyeri Sendi Bertambah Saat Hujan dan Dingin? Ini Penjelasannya

Studi menunjukkan keluhan nyeri sendi cenderung meningkat pada cuaca dingin, lembap, dan hujan, meski bukti ilmiah belum sepenuhnya konklusif.

 

 

Jakarta — Banyak orang merasakan lutut atau persendian mereka mulai nyeri ketika hujan turun atau suhu mendadak menjadi dingin. Sebagian lainnya mengaku persendian kaku saat pagi hari di tengah cuaca lembap. Fenomena nyeri sendi karena perubahan cuaca telah lama menjadi cerita sehari-hari, namun riset ilmiah menunjukkan gambaran yang lebih kompleks.

Sejumlah dokter menilai keluhan nyeri sendi saat cuaca dingin dan hujan memang kerap muncul, tetapi hubungan langsung antara keduanya belum sepenuhnya dipastikan. Berbagai penelitian mengenai kaitan cuaca dan persendian menghasilkan temuan yang berbeda, sehingga para ilmuwan masih berhati-hati menarik kesimpulan.

Tekanan udara dan suhu memengaruhi tubuh

Tekanan barometrik atau tekanan udara disebut sebagai salah satu faktor yang mungkin memengaruhi rasa nyeri. Selain itu, kelembapan, curah hujan, dan suhu yang rendah juga diyakini ikut berperan. Kombinasi faktor-faktor tersebut membuat sulit bagi peneliti menentukan penyebab pasti meningkatnya keluhan nyeri saat cuaca berubah, dikutip dari Webmd.

Sejumlah teori telah diajukan. Pada penderita radang sendi (arthritis), tulang rawan pelindung sendi bisa menipis. Ketika terjadi perubahan tekanan udara, bagian tulang yang sarafnya terbuka dapat menjadi lebih sensitif sehingga memunculkan rasa sakit. Perubahan tekanan barometrik juga diduga menyebabkan tendon, otot, dan jaringan parut mengembang dan menyusut, sehingga memicu nyeri.

Suhu dingin turut berpengaruh. Cairan di dalam sendi dapat menjadi lebih kental, menimbulkan rasa kaku. Pada saat bersamaan, cuaca dingin dan hujan membuat orang lebih banyak berdiam di rumah dan kurang bergerak. Sendi yang tidak aktif menjadi kaku dan lebih mudah terasa nyeri.

BACA JUGA  Rupiah Melemah Terdalam di Asia, Tembus Rp16.245 per Dolar AS

Hasil penelitian masih beragam

Berbagai studi internasional mencoba memetakan jenis cuaca yang paling memengaruhi keluhan nyeri sendi. Dalam penelitian terhadap 200 penderita osteoartritis lutut, setiap penurunan suhu 10 derajat serta tekanan udara rendah berkorelasi dengan meningkatnya rasa nyeri. Namun, penelitian lain di Belanda terhadap 222 penderita osteoartritis pinggul justru menemukan peningkatan nyeri seiring naiknya tekanan udara dan kelembapan.

Studi berskala besar terhadap lebih dari 11 juta kunjungan pasien Medicare tidak menemukan hubungan antara cuaca dan nyeri sendi. Dua penelitian di Australia mengenai nyeri lutut dan nyeri punggung bawah juga menunjukkan hasil serupa.

Meski demikian, bagi banyak orang, peningkatan nyeri saat hujan atau dingin terasa nyata. Sensitivitas tubuh terhadap perubahan cuaca bisa berbeda-beda. Ada pula yang merasa lebih nyaman di daerah beriklim hangat, walaupun bukti ilmiah mengenai hal itu masih terbatas.

Cara sederhana meredakan nyeri sendi di rumah

Perpindahan ke daerah beriklim lain tidak diperlukan. Sejumlah langkah praktis dapat dilakukan untuk meredakan nyeri sendi akibat perubahan cuaca:

  • jaga tubuh tetap hangat dengan mandi air hangat, pakaian berlapis, selimut, atau penghangat ruangan
  • gunakan bantalan panas atau mandi parafin untuk membantu meredakan nyeri
  • tetap aktif dengan olahraga ramah sendi seperti berenang atau yoga
  • lakukan peregangan ringan sebelum beraktivitas di udara dingin
  • jaga berat badan ideal agar beban sendi berkurang
  • hindari mengangkat beban berat jika tidak diperlukan
  • tidur cukup dan konsumsi makanan bergizi seimbang

Konsultasi dokter tetap dianjurkan, terutama bila nyeri semakin berat atau mengganggu aktivitas. Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat dipertimbangkan sesuai anjuran tenaga medis.

Walaupun sains belum memberikan jawaban tunggal, kesimpulannya jelas: perubahan cuaca dapat memengaruhi sendi, terutama pada mereka yang sudah memiliki gangguan sebelumnya. Dengan gaya hidup aktif, menjaga kehangatan tubuh, serta pengelolaan kesehatan sendi secara tepat, keluhan dapat dikurangi sehingga kualitas hidup tetap terjaga.

BACA JUGA  Barang Produksi Industri Indonesia Laku Keras di 5 Negara Ini

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

NEWS FEED