Pemerintah Aceh distribusikan 200 ton beras darurat untuk korban banjir dan longsor, memastikan logistik tersalurkan meski akses transportasi masih terputus.
Banda Aceh – Pemerintah Aceh memastikan penyaluran bantuan beras darurat untuk masyarakat terdampak banjir dan longsor di sejumlah kabupaten/kota berjalan lancar. Sekretaris Daerah Aceh menyampaikan bahwa sebanyak 200 ton beras Bulog telah didistribusikan secara bertahap sejak Sabtu (30/11/2025), melalui koordinasi Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh.
Distribusi awal bantuan tersebut telah dialokasikan ke wilayah prioritas berdasarkan tingkat dampak bencana dan kondisi akses logistik. Adapun penyalurannya meliputi:
- Kota Subulussalam: 10 ton
- Kabupaten Pidie Jaya: 10 ton
- Kabupaten Aceh Utara: 10 ton
- Kabupaten Aceh Tamiang: 5 ton
- Kabupaten Bener Meriah: 10 ton
- Kabupaten Aceh Tengah: 10 ton
- Kabupaten Gayo Lues: 10 ton
- Kabupaten Aceh Singkil: 10 ton
- Kabupaten Aceh Tenggara: 10 ton
Sisa stok bantuan dari total 200 ton tersebut dijadwalkan mulai didistribusikan hari ini ke kabupaten/kota lainnya, menyesuaikan tingkat urgensi, jumlah pengungsi, dan aksesibilitas wilayah.
Pemerintah Aceh juga memastikan ketersediaan cadangan beras tetap aman. Bulog menyiapkan stok tambahan di setiap gudang dolog kabupaten/kota sebagai cadangan emergensi apabila peningkatan kebutuhan terjadi di lapangan. Bantuan beras tersebut merupakan bagian dari dukungan darurat, di luar bantuan logistik lainnya yang terus berdatangan dari pemerintah pusat, lembaga kemanusiaan, TNI/Polri, dan pihak swasta.
Progres Pemulihan Akses Transportasi
Selain penyaluran logistik, Pos Komando melaporkan perkembangan terkini mengenai kondisi jalur transportasi utama. Sejumlah ruas jalan yang sempat lumpuh akibat banjir dan longsor mulai dapat dilalui kembali.
Rincian akses terbaru sebagai berikut:
- Aceh Timur – Aceh Utara – Lhokseumawe: sudah terkoneksi.
- Lhokseumawe – Bireuen: masih terputus dan menunggu pembersihan lanjutan pada titik longsor.
- Aceh Tengah – Bener Meriah: telah kembali terhubung, sementara pembersihan lumpur di kawasan Gunung Salak masih berlangsung dengan menggunakan alat berat.
Juru Bicara Pos Komando Tanggap Darurat Bencana Hidrometeorologi Aceh, Murthalamuddin, mengatakan bahwa pemerintah terus mengupayakan percepatan distribusi bantuan agar kebutuhan dasar warga terdampak terpenuhi.
“Penyaluran logistik merupakan prioritas utama. Kami memastikan bantuan darurat dapat menjangkau seluruh wilayah terdampak secepat mungkin, termasuk daerah yang masih sulit diakses,” ujar Murthalamuddin, Minggu (30/11/2025).
Ia menegaskan bahwa informasi resmi terkait perkembangan bencana, korban, dan distribusi bantuan hanya akan diumumkan melalui pemerintah dan posko resmi yang berwenang.
Rilis perkembangan akan diperbarui secara berkala untuk memastikan keterbukaan informasi kepada publik.
Posko Komando Tanggap Darurat Banjir/Longsor Provinsi Aceh 2025
Siaga – Cepat – Respon – Pulih Bersama












