Roda Lepas, Pesawat British Airways Tetap Terbang

Roda pesawat Airbus A350-1000 British Airways terlepas usai lepas landas dari Las Vegas, namun penerbangan ke London tetap dilanjutkan dan mendarat dengan selamat.

 

 

Jakarta — Insiden serius terjadi pada penerbangan jarak jauh British Airways. Salah satu roda pesawat Airbus A350-1000 milik maskapai asal Inggris tersebut dilaporkan lepas dari badan pesawat tak lama setelah lepas landas dari Bandara Internasional Harry Reid (LAS), Las Vegas, Amerika Serikat, menuju Bandara Heathrow (LHR), London.

Peristiwa itu terjadi pada penerbangan British Airways BA274, Senin (waktu setempat). Pesawat diketahui mulai bergerak dari gerbang E1 menuju landasan pacu 26R dan melakukan lepas landas penuh pada pukul 21.05 waktu setempat. Sekitar 40 detik setelah mengudara, percikan api terlihat keluar dari roda pendaratan utama sebelah kanan pesawat.

Flightradar dalam laporannya yang dikutip Rabu (28/1/2026) menyebutkan, roda belakang kanan pada roda pendaratan utama sebelah kanan pesawat terlepas saat sistem roda pendaratan ditarik kembali setelah lepas landas.

“Saat pesawat lepas landas dari bandara dan menarik kembali roda pendaratan, roda belakang kanan pada roda pendaratan utama sebelah kanan terlepas dari pesawat dan jatuh,” tulis Flightradar.

Meski roda pesawat lepas, tidak ada korban di darat akibat insiden tersebut. Flightradar memastikan bahwa area sekitar landasan pacu dalam kondisi aman dan tidak menimbulkan cedera bagi siapa pun.

Setelah melakukan penilaian awal di udara, awak pesawat memutuskan untuk melanjutkan penerbangan menuju London. Pilot menaikkan pesawat ke ketinggian jelajah sekitar 39.000 kaki dan melintasi Samudra Atlantik sesuai rute yang telah direncanakan.

Pesawat yang mengangkut ratusan penumpang itu akhirnya mendarat dengan selamat dan tanpa insiden lanjutan di Bandara Heathrow setelah menempuh waktu penerbangan selama 9 jam 17 menit.

BACA JUGA  Pemred MEDIA ACEH Kritik Pengelolaan Sabang oleh BPKS

Sebagai informasi, Airbus A350-1000 dilengkapi enam roda pendaratan utama yang tersusun dalam tiga pasang. Roda yang terlepas dalam insiden ini merupakan roda paling belakang, tepatnya roda luar pada roda pendaratan utama sebelah kanan.

AviationA2Z menilai keputusan awak untuk melanjutkan penerbangan didasarkan pada sejumlah pertimbangan teknis dan operasional. “Faktor operasional seperti kinerja pesawat, kondisi bahan bakar, serta adanya sistem redundansi pada roda pendaratan kemungkinan besar memengaruhi keputusan tersebut,” tulis AviationA2Z.

Hingga kini, pihak British Airways dan otoritas penerbangan terkait masih melakukan evaluasi lebih lanjut untuk memastikan penyebab pasti roda pesawat lepas setelah lepas landas tersebut.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *