Sekda Aceh Lantik 290 Pejabat Eselon III dan IV

Muhammad Nasir menekankan pentingnya realisasi APBA 2025 sebagai kunci peningkatan kesejahteraan masyarakat.

 

 

Banda Aceh — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Muhammad Nasir, melantik 290 pejabat eselon III dan IV di lingkungan Pemerintah Aceh. Pelantikan berlangsung di Anjong Mon Mata, Komplek Meuligoe Gubernur Aceh, Banda Aceh, Jumat (26/9/2025), dan dihadiri sejumlah pejabat utama Pemerintah Aceh.

Dari total jumlah pejabat yang dilantik, sebanyak 113 orang menduduki jabatan eselon III, sementara 177 lainnya menempati posisi eselon IV. Pelantikan tersebut merupakan bagian dari rotasi dan penyegaran birokrasi yang secara rutin dilakukan untuk meningkatkan kinerja aparatur sipil negara.

Dalam sambutannya, Nasir menegaskan bahwa rotasi jabatan bukan sekadar seremonial, melainkan langkah penting untuk memperkuat kinerja birokrasi dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan di Aceh. “Pelantikan ini lumrah dilakukan sebagai bentuk penyegaran. Saya berharap para pejabat yang baru dilantik dapat membawa semangat baru dan menjadi berkah bagi pemerintah maupun masyarakat Aceh,” ujarnya.

Menurut Nasir, pejabat yang menempati posisi baru memiliki tanggung jawab besar. Mereka dituntut untuk memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan sejumlah persoalan mendasar yang masih dihadapi Aceh, mulai dari kemiskinan, rendahnya pertumbuhan ekonomi, hingga masalah kesehatan masyarakat seperti stunting.

Selain itu, ia menekankan pentingnya percepatan realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Aceh (APBA) 2025. Menurutnya, capaian realisasi anggaran memiliki kaitan langsung dengan kesejahteraan masyarakat. Program pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, hingga pembangunan infrastruktur sangat bergantung pada kelancaran belanja pemerintah.

“Jangan sampai setelah dilantik, realisasinya malah stagnan,” kata Nasir, mengingatkan para pejabat yang baru mengemban jabatan.

Ia menjelaskan, percepatan realisasi belanja pemerintah menjadi salah satu kunci dalam mengurangi angka kemiskinan dan pengangguran di Aceh. Keterlambatan penyerapan anggaran, kata dia, akan berdampak langsung pada terhambatnya program pembangunan yang bersentuhan dengan masyarakat.

BACA JUGA  Pemerintah Aceh Gelar Uji Kompetensi Pejabat Tinggi

“Oleh karena itu, saya minta Bapak dan Ibu segera mengambil langkah cepat. Koordinasi dengan kepala SKPA masing-masing harus ditingkatkan agar program dapat berjalan efektif,” tutur Nasir.

Sekda menambahkan, Pemerintah Aceh saat ini tengah berpacu dengan waktu untuk memastikan target-target pembangunan yang telah ditetapkan dalam APBA 2025 dapat tercapai sesuai rencana. Ia menekankan bahwa jabatan yang diemban bukan sekadar kedudukan, melainkan amanah yang harus dijalankan dengan penuh tanggung jawab dan integritas.

“Setiap jabatan harus dimaknai sebagai kesempatan untuk berbuat bagi masyarakat. Bukan hanya untuk diri sendiri, melainkan demi kesejahteraan seluruh rakyat Aceh,” tegasnya.

Pelantikan ratusan pejabat tersebut juga dipandang sebagai bagian dari upaya memperkuat birokrasi agar lebih adaptif dan responsif terhadap dinamika pembangunan. Pemerintah Aceh, kata Nasir, membutuhkan aparatur yang sigap, bekerja cepat, dan mampu memberikan solusi atas berbagai persoalan yang dihadapi daerah.

Ia menutup sambutannya dengan mengingatkan kembali pentingnya kerja kolektif. “Saya harap seluruh pejabat yang baru dilantik dapat bekerja sama, saling mendukung, dan berorientasi pada hasil. Dengan begitu, kita bisa bersama-sama mempercepat realisasi anggaran dan mengurangi angka kemiskinan di Aceh,” pungkasnya.

Pelantikan di Anjong Mon Mata itu menjadi momentum penting bagi Pemerintah Aceh dalam memperkuat komitmen pelayanan publik. Dengan penyegaran jabatan, birokrasi diharapkan lebih solid dan fokus pada pencapaian target pembangunan, khususnya percepatan realisasi APBA 2025 serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *