Sekda Aceh Tinjau Infrastruktur Rusak Pascabencana Gayo Lues

Tinjauan lapangan dilakukan untuk mempercepat penyusunan R3P dan memastikan dukungan anggaran rehabilitasi serta rekonstruksi dari pemerintah pusat segera terealisasi.

 

 

Blangkejeren — Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, M. Nasir, meninjau langsung kondisi infrastruktur jalan dan jembatan di Kabupaten Gayo Lues serta jalur lintas Aceh Barat Daya (Abdya)–Aceh Tenggara, Sabtu (3/1/2026). Peninjauan ini dilakukan sebagai bagian dari upaya percepatan penyusunan dan pengusulan Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana (R3P) ke pemerintah pusat.

Dalam perjalanan menuju lokasi peninjauan, rombongan Sekda Aceh sempat terhambat longsor akibat hujan berintensitas tinggi yang mengguyur kawasan pegunungan tersebut. Material longsor menutup badan jalan sehingga kendaraan tidak dapat melintas dan memaksa rombongan berhenti sementara.

Setelah sekitar dua jam dilakukan pembersihan menggunakan alat berat, akses jalan akhirnya kembali terbuka. Rombongan kemudian melanjutkan perjalanan menuju Gayo Lues sebelum bergerak ke arah Aceh Barat Daya untuk melanjutkan agenda peninjauan infrastruktur terdampak bencana.

Dalam kegiatan tersebut, Sekda Aceh didampingi Asisten I Bidang Pemerintahan Aceh Drs. Syakir, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Aceh, serta Anggota DPR Aceh Yahdi Hasan. Rombongan meninjau sejumlah titik jalan dan jembatan yang mengalami kerusakan akibat banjir dan tanah longsor dalam beberapa waktu terakhir.

Selain melihat langsung tingkat kerusakan di lapangan, rombongan juga melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah setempat guna memastikan kelengkapan dan keakuratan data dampak bencana. Data tersebut dinilai krusial sebagai dasar penyusunan dokumen R3P Aceh.

M. Nasir menegaskan, percepatan penyusunan R3P menjadi prioritas utama Pemerintah Aceh agar dukungan anggaran rehabilitasi dan rekonstruksi dari pemerintah pusat dapat segera direalisasikan. Menurutnya, R3P merupakan dokumen kunci yang menentukan arah, skala, dan besaran pemulihan pascabencana di daerah terdampak.

BACA JUGA  Plh Kadinsos Aceh Dorong Sinergi Pelayanan Sosial Bersama Sentra Darussa’adah

“Dokumen R3P adalah instrumen strategis untuk mengusulkan pendanaan ke pemerintah pusat. Karena itu, seluruh dampak kerusakan—baik rumah warga, infrastruktur, sektor ekonomi, hingga aset desa—harus terdata secara lengkap dan akurat,” ujar M. Nasir.

Ia menjelaskan, Pemerintah Aceh bertugas menyusun dokumen R3P berdasarkan data valid yang dihimpun dan disampaikan oleh pemerintah kabupaten dan kota. Seluruh data tersebut nantinya akan menjadi dasar pengajuan resmi kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) serta kementerian teknis terkait.

“Target kita, dokumen R3P rampung dan sudah diserahkan ke BNPB serta kementerian teknis paling lambat 20 Januari 2026,” kata Nasir menegaskan.

Di sela-sela kunjungan kerja tersebut, Sekda Aceh juga menyerahkan bantuan logistik serta satu unit perangkat internet satelit Starlink. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelancaran komunikasi dan koordinasi penanganan bencana di wilayah-wilayah yang terdampak dan memiliki keterbatasan akses jaringan.

Bantuan tersebut diterima secara simbolis oleh Bupati Gayo Lues, Suhaidi, di halaman Pendopo Bupati Gayo Lues, Blangkejeren, Jumat malam (2/1/2026).

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *