Wall Street Melemah Usai Rekor, Minyak Venezuela Anjlok

Dow Jones dan S&P 500 terkoreksi setelah reli rekor, sementara harga minyak WTI turun seiring perkembangan geopolitik Venezuela.

 

 

Jakarta — Pergerakan bursa saham Amerika Serikat berbalik melemah pada perdagangan Rabu waktu setempat setelah sempat menembus rekor tertinggi. Indeks Dow Jones Industrial Average serta S&P 500 terkoreksi, sementara Nasdaq yang didominasi saham teknologi masih mampu ditutup di zona hijau.

Dow Jones ditutup melemah 0,9 persen, sedangkan S&P 500 turun 0,3 persen. Sebaliknya, Nasdaq naik tipis 0,2 persen. Koreksi ini terjadi setelah reli dua hari terakhir yang dipicu sentimen geopolitik, terutama penangkapan Presiden Venezuela Nicolás Maduro oleh militer Amerika Serikat pada akhir pekan lalu dan prospek pelonggaran sanksi minyak.

Pada perdagangan sebelumnya, Dow Jones sempat menembus level 49.000 untuk pertama kalinya dalam sejarah. Namun, sentimen pasar berbalik setelah investor mencermati perkembangan terbaru terkait kebijakan energi AS serta prospek ekonomi ke depan.

Presiden Donald Trump melalui Truth Social menyatakan bahwa Otoritas Sementara di Venezuela akan menyerahkan 30–50 juta barel minyak berkualitas tinggi kepada Amerika Serikat. CNBC kemudian melaporkan bahwa penjualan minyak Venezuela ke AS akan berlangsung tanpa batas waktu dan sanksi akan dilonggarkan, dikutip dari Investopedia, Kamis (8/1/2026).

Di pasar komoditas, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) turun 1,7 persen menjadi 56,15 dolar AS per barel pada penutupan perdagangan. Saham perusahaan penyulingan minyak Valero Energy menguat 3 persen dan mencetak rekor tertinggi baru seiring ekspektasi peningkatan pasokan minyak.

Sementara itu, imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun turun ke level 4,14 persen dari 4,17 persen pada penutupan sebelumnya. Penurunan tersebut terjadi setelah investor mencerna data tenaga kerja dan pasar kerja yang menunjukkan pelemahan, termasuk tingkat pengangguran yang kini melampaui jumlah lowongan pekerjaan untuk pertama kalinya dalam empat tahun terakhir.

BACA JUGA  Trump Bor Minyak Venezuela, Siapa yang Dikurbankan?

Harga emas berjangka turun 0,6 persen ke posisi 4.470 dolar AS per ons, setelah sempat mendekati rekor tertinggi 4.584 dolar AS pada 26 Desember. Di sisi lain, Bitcoin terkoreksi ke kisaran 90.900 dolar AS setelah menyentuh rekor intraday 93.800 dolar AS. Indeks dolar AS menguat tipis 0,1 persen menjadi 98,69.

Pergerakan saham teknologi berlangsung bervariasi. Saham Western Digital dan Seagate Technology yang sehari sebelumnya melonjak belasan persen, kini terkoreksi masing-masing 9 persen dan 7 persen. Sementara itu, Sandisk kembali menguat 1,2 persen setelah sempat turun.

Saham Nvidia dan Advanced Micro Devices bergerak tidak searah. Nvidia naik 1 persen, sedangkan AMD turun sekitar 2 persen setelah keduanya memperkenalkan chip kecerdasan buatan pada ajang CES 2026 di Las Vegas. Saham Intel justru menjadi salah satu penggerak utama indeks dengan kenaikan 6,4 persen.

Dari sisi aset digital, saham perusahaan pengelola aset kripto MicroStrategy naik 2,4 persen pasca pengumuman MSCI yang tidak akan mengecualikan perusahaan tersebut dari indeks.

Pergerakan pasar hari ini menunjukkan bahwa investor masih cenderung berhati-hati di tengah kombinasi faktor geopolitik, dinamika harga minyak, perkembangan ekonomi global, dan prospek kebijakan suku bunga. Sentimen terkait minyak Venezuela dan arah kebijakan energi Amerika Serikat terus menjadi perhatian utama.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *