Davidson College Bangun Jaringan Wacana Sipil Nasional

Hibah federal US$4 juta mendorong dialog publik inklusif di hingga 100 perguruan tinggi Amerika Serikat.

 

 

Jakarta — Davidson College memperoleh hibah federal senilai US$4 juta untuk membangun Jaringan Kewarganegaraan Deliberatif, sebuah inisiatif nasional yang akan melibatkan hingga 100 perguruan tinggi dan universitas di Amerika Serikat guna mempromosikan wacana sipil dan dialog konstruktif mengenai isu-isu publik yang kontroversial.

Hibah berdurasi empat tahun tersebut diberikan kepada Institute for Public Good (IPG) Davidson College dan menjadi hibah pemerintah kompetitif terbesar sepanjang sejarah kampus tersebut. Dana itu bersumber dari Fund for the Improvement of Postsecondary Education (FIPSE) di bawah Departemen Pendidikan Amerika Serikat.

Dalam kebijakan terbaru pemerintah federal, dana FIPSE yang sebelumnya difokuskan pada peningkatan keberhasilan mahasiswa dialihkan untuk mendukung prioritas strategis lain, termasuk penguatan wacana sipil, pemanfaatan kecerdasan buatan, pendekatan baru dalam akreditasi pendidikan, serta pengembangan program pelatihan jangka pendek yang memenuhi syarat bantuan Pell Grant.

Melalui hibah ini, Davidson College berencana membangun dan memperluas Jaringan Kewarganegaraan Deliberatif sebagai ruang kolaboratif antarkampus. Program tersebut mencakup pelatihan bagi dosen dan staf untuk memfasilitasi forum diskusi isu sensitif, integrasi dialog publik ke dalam pembelajaran kelas, serta dukungan bagi tim mahasiswa yang ingin menyelenggarakan debat dan diskusi kebijakan publik.

Direktur Eksekutif IPG Davidson College, Chris Marsicano, mengatakan hibah tersebut membuka peluang besar untuk memperluas dampak pendidikan sipil secara nasional.
“Dengan pendanaan ini, kami akan menjangkau ribuan mahasiswa dan pendidik di seluruh negeri,” ujar Marsicano.

Ia menjelaskan, Institute for Public Good akan berfungsi sebagai pusat nasional yang menghubungkan riset, pengajaran, dan keterlibatan publik dalam membangun dialog yang inklusif lintas pandangan politik.
“Institut ini mendorong pertukaran gagasan secara saling menghormati, termasuk terhadap pandangan yang tidak populer di lingkungan kampus, serta membantu komunitas akademik membahas dan mencari solusi atas persoalan publik yang kompleks,” katanya.

BACA JUGA  Dari Matangkuli ke Dunia: Syarifah Lolos AFS STEM

Presiden Davidson College, Doug Hicks, menegaskan bahwa pendirian Institute for Public Good dilandasi kebutuhan mendesak akan budaya dialog yang sehat di tengah polarisasi sosial.
“Kami ingin membantu masyarakat mendiskusikan ide-ide dan benar-benar belajar satu sama lain, baik di kampus maupun dalam kehidupan sehari-hari,” kata Hicks.

Menurut dia, hibah federal tersebut sekaligus menegaskan posisi Davidson College sebagai institusi yang berkomitmen menghadirkan manfaat nyata bagi kepentingan publik.
“Hibah bersejarah ini menegaskan kepemimpinan Davidson dalam menyediakan kebaikan publik melalui pendidikan tinggi,” ujarnya, dikutip dari Forbes, Jumat (16/1/2026).

Dalam pelaksanaannya, Davidson College akan bermitra dengan Associated Colleges of the South dan Institute for Citizens and Scholars untuk membangun jaringan institusi nasional tersebut. Jaringan ini dikembangkan dari pengalaman Deliberative Citizenship Initiative Davidson yang selama ini aktif menyelenggarakan forum kampus dan lokakarya kepemimpinan kewarganegaraan deliberatif.

Direktur pendiri Deliberative Citizenship Initiative, Graham Bullock, menekankan bahwa program ini dirancang inklusif bagi seluruh mahasiswa.
“Kami ingin semua orang ikut serta, termasuk mahasiswa dari kelompok yang secara historis kurang terwakili dalam kehidupan publik maupun mereka yang memiliki pandangan minoritas di kampus,” kata Bullock.

Meski demikian, pengalihan dana FIPSE menuai kritik dari sejumlah kalangan. Para pengamat menilai perubahan prioritas tersebut dilakukan secara tergesa-gesa dan berpotensi mengurangi dukungan terhadap program tradisional yang berfokus pada retensi serta penyelesaian studi mahasiswa.

Di tengah perdebatan tersebut, Davidson College menilai Jaringan Kewarganegaraan Deliberatif sebagai investasi jangka panjang untuk memperkuat budaya dialog, kepemimpinan sipil, dan partisipasi demokratis di lingkungan pendidikan tinggi Amerika Serikat.

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *