Tifatul Ulfi mendapat dukungan donatur untuk mengikuti pemusatan latihan Timnas Indonesia sebelum berlaga di Antalya, Turki. Dua atlet Aceh lainnya yang lolos seleksi belum dapat diberangkatkan karena keterbatasan biaya.
Banda Aceh – Keterbatasan anggaran membuat hanya satu dari tiga atlet asal Aceh yang lolos seleksi Tim Nasional Indonesia dapat diberangkatkan ke Piala Dunia Minifootball 2026 di Antalya, Turki. Atlet tersebut adalah Tifatul Ulfi, putra Aceh Besar yang mendapat dukungan dari sejumlah donatur untuk mewujudkan kesempatan tampil di kompetisi internasional tersebut.
Tifatul, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Syiah Kuala (USK), bertolak menuju Jakarta pada Sabtu (24/10/2026) pukul 11.00 WIB menggunakan pesawat Garuda Indonesia. Keberangkatannya dilepas Ketua KSMI Aceh, Muktarrudin Usman, bersama pengurus KSMI Aceh yang membidangi Liga KSMI Aceh, Carles Wibawa, serta orang tuanya, Muzakir alias Cekboy.
Setibanya di Jakarta, Tifatul dijadwalkan bergabung dengan pemain Timnas Indonesia lainnya untuk mengikuti pemusatan latihan atau training camp (TC) di Stadion Patriot Candrabhaga, Bekasi. Setelah menjalani tahapan persiapan tersebut, ia akan bertolak ke Antalya, Turki, untuk mengikuti agenda kompetisi.
Sementara itu, dua atlet Aceh lainnya yang turut lolos seleksi, masing-masing berasal dari Banda Aceh dan Sabang, belum dapat diberangkatkan karena terkendala biaya. Kondisi ini menunjukkan bahwa keterbatasan pendanaan masih menjadi tantangan dalam mendukung atlet daerah untuk berpartisipasi di ajang olahraga internasional.
Ketua KSMI Aceh, Muktarrudin Usman, menyampaikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu pembiayaan keberangkatan Tifatul. Dukungan tersebut melibatkan pejabat pemerintah daerah, pengurus olahraga, pengurus KSMI Aceh, serta sejumlah donatur.
Pihak-pihak yang mendapat apresiasi antara lain Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Mobilitas Penduduk Aceh Besar, Rahmawati; Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Aceh Besar, Abdullah, S.Sos.; Ketua KONI Aceh Besar, Bakhtiar, S.T., M.Si.; serta para pengurus KSMI Aceh dan donatur lainnya.
“Dari tiga atlet yang lolos, hanya satu yang mampu kita berangkatkan karena keterbatasan anggaran,” kata Muktarrudin.
KSMI Aceh Siapkan Agenda Pembinaan Atlet Muda
Selain mendukung atlet menuju kompetisi internasional, KSMI Aceh menyiapkan sejumlah agenda untuk memperkuat pembinaan dan meningkatkan pengalaman bertanding pemain muda.
Tim Liga Santri Aceh dijadwalkan berangkat ke Depok, Jawa Barat, pada 9 November 2026. Tim tersebut akan mengikuti kompetisi Liga Santri yang berlangsung pada 11–13 November 2026.
KSMI Aceh juga merencanakan penyelenggaraan Kejuaraan Daerah (Kejurda) Sepakbola Mini di Banda Aceh pada Desember 2026. Kejuaraan ini diharapkan menjadi wadah bagi klub dan pemain untuk mengembangkan kemampuan, meningkatkan pengalaman berkompetisi, serta menjaring atlet potensial dari berbagai daerah di Aceh.
Melalui agenda tersebut, KSMI Aceh berupaya memperluas kesempatan bagi pemain muda untuk mengikuti kompetisi secara berjenjang. Pembinaan yang berkelanjutan diharapkan dapat memperkuat kualitas atlet sekaligus meningkatkan daya saing minifootball Aceh di tingkat nasional maupun internasional.
KSMI Aceh Targetkan Kepengurusan di 14 Kabupaten/Kota
KSMI Aceh menerima surat keputusan (SK) kepengurusan dari Pengurus Pusat KSMI pada 24 September 2026 di Rukan Permata Senayan, Jakarta Selatan. SK tersebut diserahkan oleh Ketua Umum KSMI Pusat, Dr. Ir. H. Yan Mulia Abidin, S.E., M.Sc., kepada Muktarrudin Usman.
Sejak menerima mandat tersebut, KSMI Aceh mulai memperkuat organisasi, mengembangkan Liga KSMI Aceh, serta menargetkan pembentukan kepengurusan di sedikitnya 14 kabupaten/kota.
Penguatan struktur organisasi itu diharapkan dapat memperluas jangkauan pembinaan, meningkatkan partisipasi klub, dan membuka lebih banyak peluang bagi atlet daerah untuk mengembangkan kemampuan melalui kompetisi yang terarah.
Muktarrudin menegaskan bahwa pengembangan minifootball di Aceh membutuhkan pembinaan berkesinambungan, dukungan berbagai pihak, dan kesempatan berkompetisi yang lebih luas bagi para atlet.
“Kami ingin pembinaan minifootball di Aceh terus berkembang, melahirkan atlet berprestasi, serta mampu berpartisipasi di semua level kompetisi, mulai dari daerah, nasional, regional hingga internasional,” ujar Muktarrudin.
Keberangkatan Tifatul Ulfi menjadi langkah bagi atlet Aceh untuk menembus persaingan di tingkat internasional. Namun, belum diberangkatkannya dua atlet lain yang lolos seleksi juga menjadi perhatian penting mengenai perlunya dukungan pendanaan agar kesempatan berprestasi dapat dinikmati lebih banyak atlet daerah.







