Saat meninjau SDN Limpok, Bupati Aceh Besar menegaskan komitmen mendukung pengadaan mobiler demi kenyamanan belajar siswa.
Kota Jantho — Bupati Aceh Besar, Muharram Idris, menegaskan komitmen Pemerintah Kabupaten Aceh Besar untuk mendukung peningkatan kualitas fasilitas pendidikan, termasuk pengadaan mobiler bagi SD Negeri Limpok di Kecamatan Darussalam.
Komitmen tersebut disampaikan saat Bupati meninjau langsung kondisi sekolah yang menjadi salah satu dari lima sekolah di Aceh Besar penerima program revitalisasi pascabencana dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Jumat (8/5/2026).
Dalam kunjungan tersebut, Bupati yang akrab disapa Syech Muharram melihat langsung kondisi meja dan kursi belajar siswa yang dinilai sudah tidak layak pakai. Sejumlah mobiler tampak mengalami kerusakan akibat usia penggunaan yang cukup lama, sehingga dinilai perlu segera diperbarui demi menunjang kenyamanan proses belajar mengajar.
“Program revitalisasi dari kementerian sangat membantu untuk perbaikan bangunan sekolah. Namun, pengadaan mobiler belum termasuk dalam program tersebut. Karena itu, Pemkab Aceh Besar akan berupaya mendukung penyediaan fasilitas belajar agar siswa lebih nyaman dan proses pendidikan berjalan optimal,” kata Muharram Idris.
Menurut dia, peningkatan kualitas pendidikan tidak cukup hanya melalui pembangunan fisik sekolah, tetapi juga harus dibarengi dengan penyediaan sarana penunjang yang memadai. Kenyamanan ruang belajar, kata dia, menjadi faktor penting dalam menciptakan suasana pendidikan yang kondusif bagi siswa maupun tenaga pengajar.
“Kalau bangunan sekolah sudah bagus tetapi meja dan kursinya masih rusak, tentu proses belajar belum maksimal. Kita ingin fasilitas pendidikan di Aceh Besar benar-benar mendukung kebutuhan siswa dan guru,” ujarnya.
Ia menambahkan, perhatian terhadap fasilitas pendidikan merupakan bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan mutu pendidikan di Aceh Besar secara bertahap dan berkelanjutan.
Dalam kesempatan tersebut, Syech Muharram juga menyampaikan apresiasi kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI yang telah memberikan perhatian terhadap sekolah-sekolah di Aceh Besar melalui program revitalisasi pascabencana.
Menurutnya, dukungan pemerintah pusat sangat membantu daerah dalam mempercepat pemulihan dan peningkatan sarana pendidikan, khususnya bagi sekolah-sekolah yang terdampak kerusakan.
Sementara itu, Kepala SD Negeri Limpok, Nuskhiati, menyampaikan rasa syukur atas perhatian yang diberikan Pemerintah Kabupaten Aceh Besar terhadap kondisi sekolah yang dipimpinnya.
Ia mengatakan bantuan revitalisasi bangunan dari pemerintah pusat serta dukungan pengadaan mobiler dari Pemkab Aceh Besar akan memberikan dampak positif bagi kenyamanan siswa dalam belajar.
“Kami sangat berterima kasih atas perhatian Bapak Bupati. Dukungan dari kementerian dan pemerintah daerah tentu sangat membantu kami dalam menciptakan lingkungan belajar yang lebih nyaman dan layak bagi peserta didik,” ujarnya.
Menurut Nuskhiati, sebagian besar mobiler di sekolah tersebut telah digunakan selama bertahun-tahun dan kini mulai mengalami kerusakan pada beberapa bagian, sehingga mengganggu kenyamanan siswa saat mengikuti kegiatan belajar di kelas.
“Sebagian meja dan kursi memang sudah lama digunakan dan kondisinya mulai rusak. Kami berharap adanya pembaruan agar proses belajar mengajar bisa berlangsung lebih baik,” katanya.
Dalam peninjauan itu, Bupati Aceh Besar turut didampingi Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Aceh Besar, Rahmawati, serta Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Aceh Besar, Syahriah Amanullah.
Kunjungan tersebut menjadi bagian dari langkah Pemerintah Kabupaten Aceh Besar dalam memastikan fasilitas pendidikan di daerah terus mendapat perhatian, terutama sekolah-sekolah yang sedang menjalani proses revitalisasi pascabencana.













