Muzakir Manaf menekankan peningkatan kinerja, percepatan penyerapan anggaran, dan optimalisasi kerja empat hari bagi pejabat yang dilantik.
Banda Aceh — Gubernur Aceh, Muzakir Manaf, melantik tiga pejabat pimpinan tinggi pratama di lingkungan Pemerintah Aceh dalam prosesi yang berlangsung di Anjong Mon Mata, Kompleks Meuligoe Gubernur Aceh, Jumat (10/4/2026).
Pelantikan tersebut dilakukan berdasarkan keputusan pengangkatan Pegawai Negeri Sipil dalam jabatan pimpinan tinggi pratama.
Adapun pejabat yang dilantik, yakni T Banta Nuzullah sebagai Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Aceh (Eselon II.a), Muhammad Junaidi sebagai Kepala Sekretariat Majelis Adat Aceh (Eselon II.b), serta Gamal Abdul Nasir sebagai Kepala Biro Umum Sekretariat Daerah Aceh (Eselon II.b).
Usai pengambilan sumpah jabatan, Muzakir Manaf yang akrab disapa Mualem menekankan pentingnya kinerja yang optimal serta tanggung jawab dalam menjalankan amanah jabatan.
Ia meminta para pejabat yang baru dilantik untuk segera melakukan pembenahan di unit kerja masing-masing.
“Kerja harus baik dan penuh tanggung jawab. Segera benahi hal-hal yang perlu diperbaiki dalam pemerintahan,” ujarnya.
Mualem juga menyoroti penerapan pola kerja empat hari dalam sepekan, yang menurutnya menuntut peningkatan produktivitas aparatur sipil negara.
“Dengan pola kerja empat hari, kinerja harus semakin dipacu agar tetap optimal,” katanya.
Selain itu, ia menekankan pentingnya percepatan penyerapan anggaran melalui pelaksanaan program-program yang telah direncanakan, sehingga memberikan dampak nyata terhadap perekonomian masyarakat.
“Program harus segera dijalankan agar penyerapan anggaran maksimal dan berdampak pada ekonomi masyarakat,” ujar Mualem.
Ia berharap, para pejabat yang dilantik dapat berkontribusi aktif dalam mendorong kemajuan Aceh serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat dalam empat tahun ke depan.
Pelantikan tersebut turut dihadiri Ketua Tim Penggerak PKK Aceh Marlina Muzakir, para asisten Sekretaris Daerah Aceh, staf ahli gubernur, seluruh kepala Satuan Kerja Perangkat Aceh, serta Ketua Dharma Wanita Persatuan Aceh Malahayati.












