Wagub Aceh Hadiri Haul ke-38 Abu Tanoh Mirah di Bireuen

Fadhlullah menghadiri Haul ke-38 Abu Tanoh Mirah di Bireuen bersama sejumlah ulama, santri, dan masyarakat untuk mengenang pengabdian ulama dalam pendidikan Islam.

 

 

 

Bireuen — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, yang akrab disapa Dek Fadh, menghadiri peringatan Haul ke-38 Abu H. Abdullah Hanafie atau yang lebih dikenal dengan Abu Tanoh Mirah, di Kompleks Dayah Darul Ulum Tanoh Mirah, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Kamis (1/10/2026).

Peringatan tersebut turut dihadiri Abon Arongan bersama sejumlah ulama kharismatik Aceh. Kegiatan berlangsung khidmat dan diikuti masyarakat serta para santri yang datang untuk mengenang sosok ulama yang memiliki kontribusi dalam pendidikan dan pengembangan syiar Islam di Aceh.

Haul Abu Tanoh Mirah menjadi momentum untuk mengenang kembali perjalanan pengabdian Abu H. Abdullah Hanafie dalam membina umat dan mengembangkan pendidikan Islam melalui tradisi dayah.

Keteladanan serta pengabdian beliau terus dikenang oleh masyarakat. Peran ulama dalam membangun tradisi keilmuan dan pendidikan dayah juga menjadi bagian penting dari perjalanan sejarah perkembangan Islam di Aceh.

Dalam kesempatan tersebut, Fadhlullah menyampaikan penghormatan atas jasa dan pengabdian Abu Tanoh Mirah. Menurutnya, peringatan haul tidak hanya menjadi kegiatan untuk mengenang ulama, tetapi juga momentum untuk mengambil pelajaran dari keteladanan dan perjuangan mereka dalam membina umat.

“Peringatan haul ini menjadi pengingat bagi kita semua tentang besarnya jasa para ulama dalam membangun kehidupan keagamaan dan pendidikan Islam di Aceh. Keteladanan, ilmu, serta pengabdian Abu Tanoh Mirah harus terus kita kenang dan jadikan inspirasi bagi generasi penerus,” ujar Fadhlullah.

Ia juga menekankan pentingnya menjaga keberlangsungan pendidikan dayah sebagai bagian dari warisan keilmuan dan identitas masyarakat Aceh.

BACA JUGA  Anggaran Lembaga Vertikal, Pengkhianatan Ketua Banggar DPRA

“Dayah memiliki peran penting dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak, dan memiliki pemahaman agama yang kuat. Karena itu, tradisi keilmuan yang diwariskan para ulama harus terus dijaga dan didukung bersama,” katanya.

Kehadiran Wakil Gubernur Aceh dalam kegiatan tersebut sekaligus mencerminkan penghormatan Pemerintah Aceh terhadap ulama dan tradisi keilmuan Islam yang telah tumbuh serta berkembang di tengah masyarakat.

Peringatan haul diisi dengan rangkaian kegiatan keagamaan dan doa bersama untuk mengenang jasa serta mendoakan Abu H. Abdullah Hanafie. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antara ulama, pemerintah, santri, dan masyarakat.

Melalui Haul Abu Tanoh Mirah, masyarakat diharapkan terus mengingat nilai-nilai keteladanan para ulama serta menjaga tradisi pendidikan dayah sebagai salah satu pilar penting pembinaan kehidupan keagamaan di Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *