Bupati Aceh Besar Syech Muharram serahkan bantuan logistik untuk mahasiswa yang kesulitan kebutuhan pokok akibat banjir dan longsor di berbagai daerah di Aceh.
Banda Aceh — Bupati Aceh Besar, H. Muharram Idris (Syech Muharram) menyerahkan bantuan logistik kepada puluhan mahasiswa asal berbagai daerah di Aceh yang tidak dapat pulang kampung akibat bencana banjir dan tanah longsor yang melanda 18 kabupaten/kota. Penyerahan bantuan berlangsung di Anjungan Aceh Tengah, Kompleks Taman Ratu Safiatuddin, Banda Aceh, Kamis (4/12/2025) malam.
Bantuan tersebut diberikan untuk mendukung kebutuhan pangan mahasiswa yang terdampak secara tidak langsung karena terputusnya akses komunikasi, transportasi, serta aliran bantuan dari keluarga di kampung halaman. Turut mendampingi Bupati, Kalaksa BPBD Aceh Besar Ridwan Jamil, S.Sos., M.Si., Kabag Protokol Aceh Besar Imam Munandar, STP, Ketua HIMAB Isratullah, serta perwakilan mahasiswa dari sejumlah paguyuban kabupaten/kota.
Dalam kesempatan itu, Bupati Muharram Idris menyampaikan belasungkawa dan empatinya kepada seluruh mahasiswa yang keluarganya kini tengah menghadapi situasi darurat akibat banjir dan longsor yang menyebabkan ribuan warga mengungsi serta kerusakan infrastruktur di berbagai wilayah.
“Alhamdulillah, hari ini kami bisa berkunjung ke dapur umum yang digagas oleh anak-anak mahasiswa. Mereka perwakilan paguyuban dari berbagai daerah di Banda Aceh maupun Aceh Besar. Kami memahami banyak dari mereka kesulitan memenuhi kebutuhan pokok karena terputus komunikasi dengan keluarga, termasuk pengiriman uang saku,” ujar Muharram.
Pemerintah Kabupaten Aceh Besar menyerahkan bantuan berupa beras, mie instan, minyak goreng, dan air mineral. Bupati berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban mahasiswa sembari menunggu pemulihan wilayah terdampak.
“Kami hadir bukan hanya memberi bantuan logistik, tapi juga dukungan moral. Mudah-mudahan bantuan ini membantu adik-adik mahasiswa bertahan dalam masa sulit. Dan kami berharap kondisi daerah masing-masing segera pulih,” lanjutnya.
Sementara itu, Koordinator Paguyuban Kabupaten/Kota, Daffa Taqi Abiyyu, menyampaikan apresiasi atas kepedulian pemerintah. Ia menyebut dapur umum mahasiswa dibentuk secara swadaya sebagai bentuk solidaritas, mengingat dampak bencana yang meluas di banyak daerah.
Menurut Daffa, sejumlah wilayah seperti Aceh Tenggara, Langsa, Aceh Tengah, Bener Meriah, Nagan Raya, Aceh Timur, Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Singkil menjadi zona paling parah akibat banjir dan longsor. Banyak rumah rusak, jembatan hanyut, akses jalan terputus, dan warga masih membutuhkan logistik serta pakaian layak.
Dapur umum tersebut, katanya, memasak dua kali sehari untuk 80 orang pada siang hari dan 150–200 orang pada malam hari.
“Kami berharap pemerintah provinsi dan daerah mempercepat proses pemulihan sekaligus memberi perhatian kepada mahasiswa perantau,” ujarnya.
Daffa menuturkan sebagian mahasiswa telah kembali terhubung dengan keluarga, meski sebagian lainnya masih menunggu kabar. “Semoga semuanya selamat dan Allah memudahkan pemulihan di daerah masing-masing,” tutupnya.
(Slm)







