Marlina Muzakir Kenang Abu Doto, Teladan Perjuangan Aceh Sejati

Ketua TP PKK Aceh Marlina Muzakir menyampaikan duka mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto yang dikenal sebagai tokoh perjuangan, pejuang perdamaian, dan pemimpin yang mendedikasikan hidupnya untuk Aceh.

 

 

Aceh Besar– Ketua Tim Penggerak PKK Aceh, Marlina Muzakir, menyampaikan duka mendalam atas wafatnya mantan Gubernur Aceh periode 2012-2017, dr. Zaini Abdullah atau yang akrab disapa Abu Doto. Menurutnya, sosok Zaini Abdullah merupakan tokoh senior yang telah mendedikasikan sebagian besar hidupnya untuk perjuangan dan pembangunan Aceh.

Pernyataan tersebut disampaikan Marlina Muzakir saat bertakziah ke rumah duka almarhum di Gampong Garot, Kecamatan Darul Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Selasa (16/6/2026). Dalam kunjungan tersebut, Marlina turut didampingi Staf Ahli TP PKK Aceh, Mukarramah Fadhlullah.

Marlina menilai semangat juang yang ditunjukkan almarhum selama hidupnya merupakan teladan yang patut diwariskan kepada generasi muda Aceh. Menurutnya, dedikasi Zaini Abdullah Aceh tidak hanya terlihat saat masa perjuangan, tetapi juga ketika berperan dalam membangun perdamaian dan memimpin pemerintahan daerah.

“Duka mendalam kami sampaikan atas berpulangnya orang tua kita, tokoh perjuangan Aceh, Bapak Zaini Abdullah. Beliau adalah sosok senior dan figur yang menjadi panutan bagi banyak orang. Jasa-jasa beliau sangat besar bagi Aceh, mulai dari masa konflik, proses perdamaian, hingga saat memimpin Aceh sebagai gubernur pada periode 2012-2017,” ujar Marlina.

Ia mengatakan, kepergian Abu Doto menjadi kehilangan besar bagi masyarakat Aceh. Sosok almarhum dikenal luas sebagai pribadi yang sederhana, rendah hati, dan selalu menempatkan kepentingan masyarakat di atas kepentingan pribadi.

Marlina juga menyampaikan doa dan dukungan kepada keluarga yang ditinggalkan, khususnya kepada istri almarhum, Umi Niazah A. Hamid, agar diberikan ketabahan menghadapi musibah tersebut.

BACA JUGA  4 Orang Penghinaan Al Quran Dihukum Mati

“Kami berharap keluarga yang ditinggalkan senantiasa diberikan kekuatan dan kesabaran. Abu Doto adalah orang yang sangat baik dan sepanjang hidupnya selalu mengabdikan diri untuk masyarakat Aceh, baik sebagai dokter, tokoh perjuangan, maupun saat menjabat sebagai Gubernur Aceh. Semoga almarhum husnul khatimah dan memperoleh tempat terbaik di sisi Allah SWT,” katanya.

Sebagaimana diketahui, Zaini Abdullah meninggal dunia pada Sabtu, 13 Juni 2026, pukul 12.24 WIB di Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin Banda Aceh dalam usia 86 tahun.

Tokoh Perjuangan Aceh tersebut lahir pada 24 April 1940 dan dikenal sebagai salah satu figur penting dalam perjalanan sejarah Aceh. Sebelum terjun ke dunia politik pemerintahan, Zaini Abdullah pernah mengemban amanah sebagai Menteri Kesehatan Gerakan Aceh Merdeka (GAM) di Swedia.

Setelah tercapainya perdamaian Aceh, Zaini Abdullah bersama Muzakir Manaf memenangkan Pemilihan Gubernur Aceh dan memimpin pemerintahan daerah pada periode 2012-2017 sebagai gubernur dan wakil gubernur.

Selama masa kepemimpinannya, berbagai program pembangunan, penguatan layanan publik, serta upaya konsolidasi perdamaian terus dilakukan guna mempercepat kemajuan daerah pascakonflik.

Jenazah Zaini Abdullah Aceh dimakamkan di kampung halamannya, tepatnya di Kompleks Sekolah Yayasan Tgk Chik Hanafiah, Gampong Rapana, Kecamatan Mutiara, Kabupaten Pidie. Kepergian almarhum meninggalkan jejak pengabdian panjang yang akan terus dikenang sebagai bagian penting dalam sejarah perjuangan dan pembangunan Aceh.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *