Serangan Granat Guncang Pesta Tahun Baru Filipina

Ledakan bom granat di Cotabato melukai 22 orang saat warga merayakan pergantian tahun, polisi memburu pelaku.

 

 

Jakarta — Perayaan malam pergantian tahun di wilayah Cotabato, Filipina, berakhir tragis setelah sebuah serangan bom granat mengguncang lokasi pesta di pinggir jalan, Rabu (1/1) dini hari waktu setempat. Sedikitnya 22 orang mengalami luka-luka akibat ledakan tersebut.

Kepolisian Matalam menyampaikan bahwa insiden terjadi di Barangay Dalapitan, tak lama setelah pukul 00.00 waktu setempat. Saat itu, warga tengah berkumpul merayakan malam tahun baru ketika dua orang tak dikenal melintas menggunakan sepeda motor dan melemparkan bahan peledak ke arah kerumunan.

“Berdasarkan keterangan saksi di lokasi kejadian, dua pelaku berboncengan sepeda motor dan melemparkan bahan peledak ke arah warga yang sedang berpesta,” ujar pihak Kepolisian Matalam dalam keterangan resminya, dikutip dari CNBC Indonesia.

Hasil olah tempat kejadian perkara menunjukkan indikasi kuat penggunaan granat tangan. Hal tersebut diperkuat dengan ditemukannya serpihan logam tajam atau shrapnel di sekitar lokasi ledakan. Aparat kepolisian saat ini masih melakukan penyelidikan mendalam, termasuk memeriksa rekaman kamera pengawas (CCTV) di sekitar area kejadian untuk mengidentifikasi para pelaku.

Gubernur Cotabato, Emmylou Mendoza, mengecam keras aksi kekerasan tersebut dan menegaskan bahwa tindakan teror tidak dapat ditoleransi di wilayahnya. “Kekerasan tidak punya tempat di provinsi ini,” kata Mendoza dalam pernyataan resminya.

Mendoza juga menginstruksikan aparat kepolisian untuk bertindak cepat dan tegas dalam memburu pelaku serangan agar segera diproses sesuai hukum yang berlaku. Ia memastikan pemerintah daerah akan memberikan dukungan medis dan bantuan penuh kepada seluruh korban yang terdampak.

Meski menyebabkan puluhan warga terluka, pihak berwenang memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Seluruh korban telah mendapatkan perawatan medis di sejumlah fasilitas kesehatan setempat.

BACA JUGA  BREAKING NEWS: Dek Gam Resmi Pimpin DPW PAN Aceh

Insiden serangan bom granat di Cotabato ini kembali menyoroti situasi keamanan di wilayah selatan Filipina, yang selama ini menjadi perhatian aparat akibat aktivitas kelompok bersenjata. Otoritas keamanan menyatakan akan meningkatkan pengamanan guna mencegah kejadian serupa terulang, terutama pada momentum perayaan besar masyarakat.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *