Fadhlullah pertemukan Bupati dan Wakil Bupati hingga sepakat berdamai demi stabilitas pemerintahan daerah.
Banda Aceh — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, memediasi perselisihan antara Bupati Pidie Jaya Sibral Malasyi dan Wakil Bupati Hasan Basri hingga berujung damai. Kedua pimpinan daerah itu bahkan saling berangkulan usai mencapai kesepakatan dalam pertemuan yang digelar Kamis malam (2/4/2026) di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh.
Upaya mediasi tersebut dilakukan Pemerintah Aceh sebagai langkah menjaga stabilitas pemerintahan daerah demi kepentingan masyarakat Pidie Jaya serta memastikan agenda pembangunan tetap berjalan kondusif.
Pertemuan yang berlangsung dalam suasana kekeluargaan itu turut dihadiri sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya, termasuk Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama (MPU) Pidie Jaya, Abiya Kuta Krueng.
Rangkaian mediasi diawali dengan jamuan makan malam bersama, sebelum dilanjutkan dengan pertemuan terbatas antara Wakil Gubernur, Bupati, Wakil Bupati, dan para tokoh masyarakat. Dalam forum tertutup tersebut, masing-masing pihak menyampaikan pandangan serta komitmen untuk menyelesaikan persoalan yang sempat mencuat ke publik.
Proses mediasi tidak berlangsung singkat. Sejak pagi hari, Fadhlullah telah melakukan pertemuan secara bertahap dengan pihak-pihak terkait guna menggali informasi dan memahami akar persoalan.
Ia terlebih dahulu bertemu Wakil Bupati Hasan Basri secara terpisah untuk mendengar langsung penjelasan dan harapan yang disampaikan. Pada siang hari, Fadhlullah kemudian menerima Bupati Sibral Malasyi untuk mendapatkan perspektif dari pihak lainnya.
Sore harinya, Wakil Gubernur kembali berdialog dengan sejumlah tokoh masyarakat Pidie Jaya yang turut berperan dalam mendorong penyelesaian konflik tersebut.
Puncak mediasi berlangsung pada malam hari ketika seluruh pihak dipertemukan dalam satu forum di rumah dinas Wakil Gubernur Aceh. Melalui dialog intensif dan konstruktif, kedua belah pihak akhirnya mencapai kesepakatan damai.
Momen rekonsiliasi ditandai dengan saling berjabat tangan dan berangkulan antara Sibral Malasyi dan Hasan Basri, disaksikan Wakil Gubernur serta para tokoh masyarakat yang hadir.
Fadhlullah menegaskan bahwa mediasi tersebut merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh untuk meredam potensi gangguan dalam penyelenggaraan pemerintahan di Pidie Jaya agar tidak berdampak pada pelayanan publik dan pembangunan daerah.
“Mediasi ini merupakan langkah cepat Pemerintah Aceh untuk meredam gejolak pemerintahan di Pidie Jaya agar pembangunan dan pelayanan kepada masyarakat tidak terhambat,” ujar Fadhlullah.
Ia menambahkan, stabilitas pemerintahan menjadi kunci agar roda pembangunan dapat berjalan efektif dan berkelanjutan.
“Yang terpenting adalah bagaimana pemerintahan kembali solid, fokus pada pelayanan masyarakat, dan memastikan pembangunan di Pidie Jaya terus bergerak maju,” katanya.
Dengan tercapainya kesepakatan damai tersebut, diharapkan stabilitas pemerintahan di Pidie Jaya kembali terjaga dan seluruh program pembangunan dapat berjalan optimal demi kesejahteraan masyarakat.













