Wagub Aceh Temui Dubes UEA, Bahas Investasi Energi dan Pariwisata

Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah bertemu Duta Besar Uni Emirat Arab di Jakarta untuk menjajaki kerja sama lingkungan, energi terbarukan, investasi, dan pengembangan wisata Sabang.

 

 

 

Jakarta — Wakil Gubernur Aceh, Fadhlullah, melakukan pertemuan dengan Duta Besar Uni Emirat Arab (UEA) untuk Indonesia, Abdulla Salem Al-Dhaheri, di Kedutaan Besar UEA, Jakarta, Senin (25/5/2026). Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama strategis antara Pemerintah Aceh dan UEA di berbagai sektor pembangunan.

Dalam suasana hangat dan penuh keakraban, kedua pihak mendiskusikan penjajakan kemitraan yang difokuskan pada bidang lingkungan hidup, energi, pemberdayaan ekonomi masyarakat, hingga pengembangan sektor pariwisata Aceh.

Fadhlullah menegaskan pentingnya kolaborasi internasional dalam mendukung pembangunan berkelanjutan di Aceh. Menurut dia, kerja sama lintas negara dibutuhkan untuk menjaga keseimbangan antara pembangunan ekonomi dan pelestarian lingkungan.

Salah satu isu utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah upaya menjaga kelestarian kawasan hutan dan ekosistem Gunung Leuser yang selama ini dikenal sebagai salah satu paru-paru dunia dan kawasan konservasi penting di Asia Tenggara.

“Pelestarian lingkungan harus berjalan seiring dengan pembangunan. Aceh memiliki kekayaan alam yang harus dijaga bersama untuk generasi mendatang,” ujar Fadhlullah.

Selain isu lingkungan, pembahasan juga mencakup peluang kerja sama di sektor energi, khususnya pengembangan energi terbarukan yang dinilai memiliki potensi besar di Aceh. Pemerintah Aceh berharap sinergi dengan Uni Emirat Arab dapat membuka peluang investasi baru sekaligus memperkuat pembangunan ekonomi daerah.

Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghadirkan investasi, tetapi juga mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui program-program pemberdayaan ekonomi dan pembangunan berkelanjutan.

Dalam kesempatan itu, Fadhlullah turut menawarkan potensi sektor pariwisata Aceh kepada Pemerintah UEA. Kawasan Sabang menjadi salah satu destinasi yang dipromosikan karena dinilai memiliki daya tarik besar untuk dikembangkan sebagai tujuan wisata unggulan di Indonesia.

BACA JUGA  Aceh Perpanjang Tanggap Darurat Banjir dan Longsor

Pengembangan wisata bahari, ekowisata, hingga pembangunan infrastruktur pendukung pariwisata menjadi bagian penting dalam pembahasan antara Pemerintah Aceh dan Kedutaan Besar UEA.

Menurut Fadhlullah, Aceh memiliki potensi besar di sektor sumber daya alam, energi hijau, dan pariwisata yang dapat dikembangkan melalui kemitraan dengan negara sahabat.

“Dengan dukungan dan kerja sama internasional, potensi Aceh dapat berkembang lebih optimal dan memberi manfaat luas bagi masyarakat,” kata Fadhlullah.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal dalam memperkuat hubungan antara Pemerintah Aceh dan Uni Emirat Arab, sekaligus membuka peluang kerja sama konkret di masa mendatang dalam mendukung pembangunan Aceh yang berkelanjutan dan berdaya saing global.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *