Surat Yasin: Baca, Renungkan, dan Rasakan Kekuatan Ayatnya

“Surat Yasin merupakan salah satu surat yang paling mulia dan penuh kekuatan dalam Al-Qur’an. Rasulullah SAW bersabda bahwa Surat Yasin adalah “jantung Al-Qur’an” dan membacanya dapat memperoleh pahala yang sama dengan membaca seluruh Al-Qur’an.”

 

 

Banda Aceh – Surat Yasin adalah bagian yang penuh berkah dari Al-Qur’an. Yassin bahkan menjadi sunnah yang sangat ditekankan oleh Rasulullah SAW adalah membaca surah ini pada hari Jumat.

Dikutip CNBC Indonesia, Dalam salah satu hadits yang terekam dengan jelas, hari Jumat diangkat sebagai saat istimewa untuk memperoleh kabulnya doa. Membaca surah Yasin di waktu ini memiliki kekuatan istijabah yang lebih besar.

Mengapa? Karena saat itulah, pintu-pintu langit terbuka lebar untuk mendengarkan doa-doa kita yang tulus.

Sebagaimana Rasulullah SAW bersabda,

من قرأ سورة يس ŁˆŲ§Ł„ŲµŲ§ŁŲ§ŲŖ Ł„ŁŠŁ„Ų© الجمعة أعطاه الله سؤله

Artinya: “Siapa yang membaca Surat Yasin dan As Saffat pada hari Jumat lalu memohon kepada Allah SWT, niscaya Dia mengabulkan permohonannya,” (HR Abu
Dawud).

Di samping itu, surah yang ke-36 dalam Al-Qur’an ini juga termasuk surah yang istimewa karena disebut dalam hadits sebagai jantung dari Al-Qur’an. Berikut bunyi haditsnya

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ł„ŁŁƒŁŁ„ŁŁ‘ Ų“ŁŽŁ‰Ł’Ų”Ł Ł‚ŁŽŁ„Ł’ŲØŁ‹Ų§ ŁˆŁŽŁ‚ŁŽŁ„Ł’ŲØŁ Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŲ±Ł’Ų¢Ł†Ł يس ŁŽŁ…ŁŽŁ†Ł’ Ł‚ŁŽŲ±ŁŽŲ£ŁŽ يس ŁƒŁŽŲŖŁŽŲØŁŽ Ų§Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł„ŁŽŁ‡Ł ŲØŁŁ‚ŁŲ±ŁŽŲ§Ų”ŁŽŲŖŁŁ‡ŁŽŲ§ Ł‚ŁŲ±ŁŽŲ§Ų”ŁŽŲ©ŁŽ Ų§Ł„Ł’Ł‚ŁŲ±Ł’Ų¢Ł†Ł Ų¹ŁŽŲ“Ł’Ų±ŁŽ Ł…ŁŽŲ±ŁŽŁ‘Ų§ŲŖŁ

Artinya: “Setiap sesuatu ada jantungnya. Jantungnya Al-Qur’an adalah surat Yasin. Siapa yang membaca surat Yasin, Allah menulis baginya pahala seolah-olah ia telah mengkhatamkan sepuluh kali Al-Qur’an.” (HR Darimi dan Tirmidzi).

Lantas, seperti apa bacaan surah Yasin yang lengkap full Arab dan latin mulai dari ayat 1 sampai 83?

ŁŠŲ³Ł“

yāsīn
Yaasiin

ŁˆŁŽŁ±Ł„Ł’Ł‚ŁŲ±Ł’Ų”ŁŽŲ§Ł†Ł Ł±Ł„Ł’Ų­ŁŽŁƒŁŁŠŁ…Ł

wal-qur’ānil-įø„akÄ«m
Demi Al Quran yang penuh hikmah,

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘ŁƒŁŽ Ł„ŁŽŁ…ŁŁ†ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŁŠŁ†ŁŽ

innaka laminal-mursalīn
Sesungguhnya kamu salah seorang dari rasul-rasul,

Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł° ŲµŁŲ±ŁŽŁ°Ų·Ł Ł…ŁŁ‘Ų³Ł’ŲŖŁŽŁ‚ŁŁŠŁ…Ł

‘alā į¹£irāṭim mustaqÄ«m(yang berada) di atas jalan yang lurus,

ŲŖŁŽŁ†Ų²ŁŁŠŁ„ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ų¹ŁŽŲ²ŁŁŠŲ²Ł Ł±Ł„Ų±ŁŽŁ‘Ų­ŁŁŠŁ…Ł

tanzÄ«lal-‘azÄ«zir-raįø„Ä«m
(sebagai wahyu) yang diturunkan oleh Yang Maha Perkasa lagi Maha Penyayang,

Ł„ŁŲŖŁŁ†Ų°ŁŲ±ŁŽ Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł…Ł‹Ų§ Ł…ŁŽŁ‘Ų¢ Ų£ŁŁ†Ų°ŁŲ±ŁŽ Ų”ŁŽŲ§ŲØŁŽŲ¢Ų¤ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŲŗŁŽŁ°ŁŁŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

litunżira qaumam mā unżira ābā`uhum fa hum gāfilỄn
Agar kamu memberi peringatan kepada kaum yang bapak-bapak mereka belum pernah diberi peringatan, karena itu mereka lalai.

Ł„ŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁ’ Ų­ŁŽŁ‚ŁŽŁ‘ Ł±Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł„Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł°Ł“ Ų£ŁŽŁƒŁ’Ų«ŁŽŲ±ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁˆŁ†ŁŽ

laqad įø„aqqal-qaulu’alā akį¹”arihim fa hum lā yu`minỄn
Sesungguhnya telah pasti berlaku perkataan (ketentuan Allah) terhadap kebanyakan mereka, kerena mereka tidak beriman.

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ų¬ŁŽŲ¹ŁŽŁ„Ł’Ł†ŁŽŲ§ فِىٓ Ų£ŁŽŲ¹Ł’Ł†ŁŽŁ°Ł‚ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų£ŁŽŲŗŁ’Ł„ŁŽŁ°Ł„Ł‹Ų§ ŁŁŽŁ‡ŁŁ‰ŁŽ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰ Ł±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ°Ł’Ł‚ŁŽŲ§Ł†Ł ŁŁŽŁ‡ŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł‚Ł’Ł…ŁŽŲ­ŁŁˆŁ†ŁŽ

innā ja’alnā fÄ« a’nāqihim aglālan fahiya ilal-ażqāni fa hum muqmaḄỄn
Sesungguhnya Kami telah memasang belenggu dileher mereka, lalu tangan mereka (diangkat) ke dagu, maka karena itu mereka tertengadah.

ŁˆŁŽŲ¬ŁŽŲ¹ŁŽŁ„Ł’Ł†ŁŽŲ§ مِنۢ ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†Ł Ų£ŁŽŁŠŁ’ŲÆŁŁŠŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų³ŁŽŲÆŁ‹Ł‘Ų§ ŁˆŁŽŁ…ŁŁ†Ł’ Ų®ŁŽŁ„Ł’ŁŁŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų³ŁŽŲÆŁ‹Ł‘Ų§ ŁŁŽŲ£ŁŽŲŗŁ’Ų“ŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŁ°Ł‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŲØŁ’ŲµŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

waja’alnā mimbaini aidÄ«him saddaw wa min khalfihim saddan fa agsyaināhum fa hum lā yubį¹£irỄn

Dan Kami adakan di hadapan mereka dinding dan di belakang mereka dinding (pula), dan Kami tutup (mata) mereka sehingga mereka tidak dapat melihat.

ŁˆŁŽŲ³ŁŽŁˆŁŽŲ¢Ų”ŁŒ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų”ŁŽŲ£ŁŽŁ†Ų°ŁŽŲ±Ł’ŲŖŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų£ŁŽŁ…Ł’ Ł„ŁŽŁ…Ł’ ŲŖŁŁ†Ų°ŁŲ±Ł’Ł‡ŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ¤Ł’Ł…ŁŁ†ŁŁˆŁ†ŁŽ

wasawā`un ‘alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minỄn
Sama saja bagi mereka apakah kamu memberi peringatan kepada mereka
ataukah kamu tidak memberi peringatan kepada mereka, mereka tidak akan beriman.

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŲ§ ŲŖŁŁ†Ų°ŁŲ±Ł Ł…ŁŽŁ†Ł Ł±ŲŖŁŽŁ‘ŲØŁŽŲ¹ŁŽ Ł±Ł„Ų°ŁŁ‘ŁƒŁ’Ų±ŁŽ ŁˆŁŽŲ®ŁŽŲ“ŁŁ‰ŁŽ Ł±Ł„Ų±ŁŽŁ‘Ų­Ł’Ł…ŁŽŁ°Ł†ŁŽ ŲØŁŁ±Ł„Ł’ŲŗŁŽŁŠŁ’ŲØŁ Ū– ŁŁŽŲØŁŽŲ“ŁŁ‘Ų±Ł’Ł‡Ł ŲØŁŁ…ŁŽŲŗŁ’ŁŁŲ±ŁŽŲ©Ł ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ¬Ł’Ų±Ł ŁƒŁŽŲ±ŁŁŠŁ…Ł

innamā tunżiru manittaba’aż-żikra wa khasyiyar-raįø„māna bil-gaÄ«b, fa basysyir
-hu bimagfiratiw wa ajring karīm
Sesungguhnya kamu hanya memberi peringatan kepada orang-orang yang mau mengikuti peringatan dan yang takut kepada Tuhan Yang Maha Pemurah walaupun dia tidak melihatnya. Maka berilah mereka kabar gembira dengan ampunan dan pahala yang mulia.

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ł†ŁŽŲ­Ł’Ł†Ł Ł†ŁŲ­Ł’Ł‰Ł Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŽŁˆŁ’ŲŖŁŽŁ‰Ł° ŁˆŁŽŁ†ŁŽŁƒŁ’ŲŖŁŲØŁ Ł…ŁŽŲ§ Ł‚ŁŽŲÆŁŽŁ‘Ł…ŁŁˆŲ§ŪŸ ŁˆŁŽŲ”ŁŽŲ§Ų«ŁŽŁ°Ų±ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ۚ ŁˆŁŽŁƒŁŁ„ŁŽŁ‘ Ų“ŁŽŁ‰Ł’Ų”Ł Ų£ŁŽŲ­Ł’ŲµŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŁ°Ł‡Ł فِىٓ Ų„ŁŁ…ŁŽŲ§Ł…Ł Ł…ŁŁ‘ŲØŁŁŠŁ†Ł

innā naḄnu nuḄyil-mautā wa naktubu
mā qaddamỄ wa āṔārahum, wa kulla syai`in aḄṣaināhu fī imāmim mubīn
Sesungguhnya Kami menghidupkan orang-orang mati dan Kami menuliskan apa yang telah mereka kerjakan dan bekas-bekas yang mereka tinggalkan. Dan segala sesuatu Kami kumpulkan dalam Kitab Induk yang nyata (Lauh
Mahfuzh).

ŁˆŁŽŁ±Ų¶Ł’Ų±ŁŲØŁ’ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ… Ł…ŁŽŁ‘Ų«ŁŽŁ„Ł‹Ų§ Ų£ŁŽŲµŁ’Ų­ŁŽŁ°ŲØŁŽ Ł±Ł„Ł’Ł‚ŁŽŲ±Ł’ŁŠŁŽŲ©Ł ؄ِذْ Ų¬ŁŽŲ¢Ų”ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

waįørib lahum maį¹”alan aį¹£-Ḅābal-qaryah, iż jā`ahal-mursalỄn
Dan buatlah bagi mereka suatu perumpamaan, yaitu penduduk suatu negeri ketika utusan-utusan datang kepada mereka.

؄ِذْ Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„Ł’Ł†ŁŽŲ¢ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡ŁŁ…Ł Ł±Ų«Ł’Ł†ŁŽŁŠŁ’Ł†Ł ŁŁŽŁƒŁŽŲ°ŁŽŁ‘ŲØŁŁˆŁ‡ŁŁ…ŁŽŲ§ ŁŁŽŲ¹ŁŽŲ²ŁŽŁ‘Ų²Ł’Ł†ŁŽŲ§ ŲØŁŲ«ŁŽŲ§Ł„ŁŲ«Ł ŁŁŽŁ‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŁ“Ų§ŪŸ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų¢ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’ŁƒŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ų±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

iż arsalnā ilaihimuį¹”naini fa każżabỄhumā fa ‘azzaznā biṔāliį¹”in fa qālÅ« innā ilaikum mursalỄn
(yaitu) ketika Kami mengutus kepada mereka dua orang utusan, lalu mereka mendustakan keduanya; kemudian Kami kuatkan dengan (utusan) yang ketiga, maka ketiga utusan itu berkata: “Sesungguhnya kami adalah orang-orang di utus kepadamu”.

Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł…ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŲØŁŽŲ“ŁŽŲ±ŁŒ Ł…ŁŁ‘Ų«Ł’Ł„ŁŁ†ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁ†Ų²ŁŽŁ„ŁŽ Ł±Ł„Ų±ŁŽŁ‘Ų­Ł’Ł…ŁŽŁ°Ł†Ł مِن Ų“ŁŽŁ‰Ł’Ų”Ł ؄ِنْ Ų£ŁŽŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŲŖŁŽŁƒŁ’Ų°ŁŲØŁŁˆŁ†ŁŽ

qālỄ mā antum illā basyarum miṔlunā wa mā anzalar-raḄmānu min syai`in in
antum illā takżibỄn
Mereka menjawab: “Kamu tidak lain hanyalah manusia seperti kami dan Allah Yang Maha Pemurah tidak menurunkan sesuatupun, kamu tidak lain hanyalah pendusta belaka”.

Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŲ§ŪŸ Ų±ŁŽŲØŁŁ‘Ł†ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ¹Ł’Ł„ŁŽŁ…Ł Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų¢ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’ŁƒŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŁ…ŁŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

qālỄ rabbunā ya’lamu innā ilaikum
lamursalỄn
Mereka berkata: “Tuhan kami mengetahui bahwa sesungguhnya kami adalah orang yang diutus kepada kamu”.

ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŲ¢ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ł±Ł„Ł’ŲØŁŽŁ„ŁŽŁ°ŲŗŁ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŲØŁŁŠŁ†Ł

wa mā ‘alainā illal-balāgul-mubÄ«n
Dan kewajiban kami tidak lain hanyalah menyampaikan (perintah Allah) dengan jelas”.

Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŁ“Ų§ŪŸ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ ŲŖŁŽŲ·ŁŽŁŠŁŽŁ‘Ų±Ł’Ł†ŁŽŲ§ ŲØŁŁƒŁŁ…Ł’ Ū– Ł„ŁŽŲ¦ŁŁ† Ł„ŁŽŁ‘Ł…Ł’ ŲŖŁŽŁ†ŲŖŁŽŁ‡ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł„ŁŽŁ†ŁŽŲ±Ł’Ų¬ŁŁ…ŁŽŁ†ŁŽŁ‘ŁƒŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁŠŁŽŁ…ŁŽŲ³ŁŽŁ‘Ł†ŁŽŁ‘ŁƒŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł†ŁŽŁ‘Ų§ Ų¹ŁŽŲ°ŁŽŲ§ŲØŁŒ Ų£ŁŽŁ„ŁŁŠŁ…ŁŒ

qālū innā taṭayyarnā bikum, la`il lam
tantahỄ lanarjumannakum wa layamassannakum minnā ‘ażābun alÄ«m
Mereka menjawab: “Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sesungguhnya jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan mendapat siksa yang pedih dari kami”.

BACA JUGA  Eks Bintang Film Dewasa Jepang Jadi Mualaf

Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŲ§ŪŸ Ų·ŁŽŁ°Ł“Ų¦ŁŲ±ŁŁƒŁŁ… Ł…ŁŽŁ‘Ų¹ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ ۚ Ų£ŁŽŲ¦ŁŁ† Ų°ŁŁƒŁŁ‘Ų±Ł’ŲŖŁŁ… ۚ ŲØŁŽŁ„Ł’ Ų£ŁŽŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŒ Ł…ŁŁ‘Ų³Ł’Ų±ŁŁŁŁˆŁ†ŁŽ

qālỄ ṭā`irukum ma’akum, a in żukkirtum, bal antum qaumum musrifỄn
Utusan-utusan itu berkata: “Kemalangan kamu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu bernasib malang)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampui batas”.

ŁˆŁŽŲ¬ŁŽŲ¢Ų”ŁŽ مِنْ Ų£ŁŽŁ‚Ł’ŲµŁŽŲ§ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŽŲÆŁŁŠŁ†ŁŽŲ©Ł Ų±ŁŽŲ¬ŁŁ„ŁŒ ŁŠŁŽŲ³Ł’Ų¹ŁŽŁ‰Ł° Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ ŁŠŁŽŁ°Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł…Ł Ł±ŲŖŁŽŁ‘ŲØŁŲ¹ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŁŠŁ†ŁŽ

wa jā`a min aqį¹£al-madÄ«nati rajuluy yas’ā qāla yā qaumittabi’ul-mursalÄ«n
Dan datanglah dari ujung kota, seorang laki-laki dengan bergegas-gegas ia berkata: “Hai kaumku, ikutilah utusan-utusan itu”.

Ł±ŲŖŁŽŁ‘ŲØŁŲ¹ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł…ŁŽŁ† Ł„ŁŽŁ‘Ų§ ŁŠŁŽŲ³Ł’Ł€ŁŽŁ”Ł„ŁŁƒŁŁ…Ł’ Ų£ŁŽŲ¬Ł’Ų±Ł‹Ų§ ŁˆŁŽŁ‡ŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł‡Ł’ŲŖŁŽŲÆŁŁˆŁ†ŁŽ

ittabi’Ễ mal lā yas`alukum ajraw wa hum muhtadỄn
Ikutilah orang yang tiada minta balasan kepadamu; dan mereka adalah orang-orang yang mendapat petunjuk.

ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ł„ŁŁ‰ŁŽ Ł„ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŲ¹Ł’ŲØŁŲÆŁ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁ‰ ŁŁŽŲ·ŁŽŲ±ŁŽŁ†ŁŁ‰ ŁˆŁŽŲ„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŲŖŁŲ±Ł’Ų¬ŁŽŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa mā liya lā a’budullażī faį¹­aranÄ« wa ilaihi turja’Ễn
Mengapa aku tidak menyembah (Tuhan) yang telahmenciptakanku dan yang hanya kepada-Nya-lah kamu (semua) akan dikembalikan?

Ų”ŁŽŲ£ŁŽŲŖŁŽŁ‘Ų®ŁŲ°Ł مِن ŲÆŁŁˆŁ†ŁŁ‡ŁŪ¦Ł“ Ų”ŁŽŲ§Ł„ŁŁ‡ŁŽŲ©Ł‹ ؄ِن ŁŠŁŲ±ŁŲÆŁ’Ł†Ł Ł±Ł„Ų±ŁŽŁ‘Ų­Ł’Ł…ŁŽŁ°Ł†Ł ŲØŁŲ¶ŁŲ±ŁŁ‘ Ł„ŁŽŁ‘Ų§ ŲŖŁŲŗŁ’Ł†Ł Ų¹ŁŽŁ†ŁŁ‘Ł‰ Ų“ŁŽŁŁŽŁ°Ų¹ŁŽŲŖŁŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų“ŁŽŁŠŁ’Ł€Ł‹Ł”Ų§ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŁ†Ł‚ŁŲ°ŁŁˆŁ†Ł

a attakhiżu min dỄnihÄ« ālihatan iy yuridnir-raįø„mānu biįøurril lā tugni ‘annÄ«
syafā’atuhum syai`aw wa lā yungqiżỄn
Mengapa aku akan menyembah tuhan-tuhan selain-Nya jika (Allah) Yang Maha Pemurah menghendaki kemudharatan
terhadapku, niscaya syafa’at mereka tidak memberi manfaat sedikitpun bagi diriku dan mereka tidak (pula) dapat
menyelamatkanku?

؄ِنِّىٓ ؄ِذًا Ł„ŁŽŁ‘ŁŁŁ‰ Ų¶ŁŽŁ„ŁŽŁ°Ł„Ł Ł…ŁŁ‘ŲØŁŁŠŁ†Ł

innÄ« iżal lafÄ« įøalālim mubÄ«n
Sesungguhnya aku kalau begitu pasti berada dalam kesesatan yang nyata.

؄ِنِّىٓ Ų”ŁŽŲ§Ł…ŁŽŁ†ŲŖŁ ŲØŁŲ±ŁŽŲØŁŁ‘ŁƒŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ±Ų³Ł’Ł…ŁŽŲ¹ŁŁˆŁ†Ł

innÄ« āmantu birabbikum fasma’Ễn
Sesungguhnya aku telah beriman kepada Tuhanmu; maka dengarkanlah (pengakuan keimanan) ku.

Ł‚ŁŁŠŁ„ŁŽ Ł±ŲÆŁ’Ų®ŁŁ„Ł Ł±Ł„Ł’Ų¬ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ų©ŁŽ Ū– Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ ŁŠŁŽŁ°Ł„ŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŽ Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŁ‰ ŁŠŁŽŲ¹Ł’Ł„ŁŽŁ…ŁŁˆŁ†ŁŽ

qÄ«ladkhulil-jannah, qāla yā laita qaumÄ« ya’lamỄn
Dikatakan (kepadanya): “Masuklah ke surga”. Ia berkata: “Alangkah baiknya sekiranya kamumku mengetahui.

Ł…ŁŽŲ§ ŲŗŁŽŁŁŽŲ±ŁŽ لِى Ų±ŁŽŲØŁŁ‘Ł‰ ŁˆŁŽŲ¬ŁŽŲ¹ŁŽŁ„ŁŽŁ†ŁŁ‰ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŁƒŁ’Ų±ŁŽŁ…ŁŁŠŁ†ŁŽ

bimā gafara lÄ« rabbÄ« wa ja’alanÄ« minal-mukramÄ«n
Apa yang menyebabkan Tuhanku memberi ampun kepadaku dan menjadikan aku termasuk orang-orang yang dimuliakan”

Ūž
ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁ†Ų²ŁŽŁ„Ł’Ł†ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł° Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŁ‡ŁŪ¦ مِنۢ ŲØŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁŁ‡ŁŪ¦ مِن Ų¬ŁŁ†ŲÆŁ Ł…ŁŁ‘Ł†ŁŽ Ł±Ł„Ų³ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŲ¢Ų”Ł ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŁƒŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ł…ŁŁ†Ų²ŁŁ„ŁŁŠŁ†ŁŽ

wa māanzalnā ‘alā qaumihÄ« mim ba’dihÄ«
min jundim minas-samā`i wa mā kunnā
munzilīn
Dan kami tidak menurunkan kepada kaumnya sesudah dia (meninggal) suatu
pasukanpun dari langit dan tidak layak Kami menurunkannya.

؄ِن ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽŲŖŁ’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŲµŁŽŁŠŁ’Ų­ŁŽŲ©Ł‹ ŁˆŁŽŁ°Ų­ŁŲÆŁŽŲ©Ł‹ ŁŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų®ŁŽŁ°Ł…ŁŲÆŁŁˆŁ†ŁŽ

ing kānat illā ṣaiḄataw wāḄidatan fa iżā
hum khāmidỄn
Tidak ada siksaan atas mereka melainkan satu teriakan suara saja; maka tiba-tiba mereka semuanya mati.

ŁŠŁŽŁ°Ų­ŁŽŲ³Ł’Ų±ŁŽŲ©Ł‹ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ł±Ł„Ł’Ų¹ŁŲØŁŽŲ§ŲÆŁ ۚ Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ£Ł’ŲŖŁŁŠŁ‡ŁŁ… مِّن Ų±ŁŽŁ‘Ų³ŁŁˆŁ„Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŁˆŲ§ŪŸ بِهِۦ ŁŠŁŽŲ³Ł’ŲŖŁŽŁ‡Ł’Ų²ŁŲ”ŁŁˆŁ†ŁŽ

yāḄasratan ‘alal-‘ibād, mā ya`tÄ«him mir
rasỄlin illā kānỄ bihī yastahzi`Ễn
Alangkah besarnya penyesalan terhadap hamba-hamba itu, tiada datang seorang
rasulpun kepada mereka melainkan mereka selalu memperolok-olokkannya.

Ų£ŁŽŁ„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŽŲ±ŁŽŁˆŁ’Ų§ŪŸ ŁƒŁŽŁ…Ł’ Ų£ŁŽŁ‡Ł’Ł„ŁŽŁƒŁ’Ł†ŁŽŲ§ Ł‚ŁŽŲØŁ’Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł†ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ł‚ŁŲ±ŁŁˆŁ†Ł Ų£ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡ŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ±Ł’Ų¬ŁŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ

a lam yarau kam ahlaknā qablahum minal-qurỄni annahum ilaihim lā yarji’Ễn
Tidakkah mereka mengetahui berapa banyaknya umat-umat sebelum mereka yang telah Kami binasakan, bahwasanya orang-orang (yang telah Kami binasakan) itu tiada kembali kepada mereka.

ŁˆŁŽŲ„ŁŁ† ŁƒŁŁ„ŁŒŁ‘ Ł„ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŁ‘Ų§ Ų¬ŁŽŁ…ŁŁŠŲ¹ŁŒ Ł„ŁŽŁ‘ŲÆŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŲ§ Ł…ŁŲ­Ł’Ų¶ŁŽŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa ing kullul lammā jamÄ«’ul ladainā
muįø„įøarỄn
Dan setiap mereka semuanya akan dikumpulkan lagi kepada Kami.

ŁˆŁŽŲ”ŁŽŲ§ŁŠŁŽŲ©ŁŒ Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł Ł±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶Ł Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŽŁŠŁ’ŲŖŁŽŲ©Ł Ų£ŁŽŲ­Ł’ŁŠŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŁ°Ł‡ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ®Ł’Ų±ŁŽŲ¬Ł’Ł†ŁŽŲ§ Ł…ŁŁ†Ł’Ł‡ŁŽŲ§ Ų­ŁŽŲØŁ‹Ł‘Ų§ ŁŁŽŁ…ŁŁ†Ł’Ł‡Ł ŁŠŁŽŲ£Ł’ŁƒŁŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa āyatul lahumul-arįøul-maitatu aįø„yaināhā wa akhrajnā min-hā įø„abban
fa min-hu ya`kulỄn
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah bumi yang mati. Kami hidupkan bumi itu dan Kami keluarkan dari padanya biji-bijian, maka daripadanya mereka makan.

ŁˆŁŽŲ¬ŁŽŲ¹ŁŽŁ„Ł’Ł†ŁŽŲ§ ŁŁŁŠŁ‡ŁŽŲ§ Ų¬ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ł°ŲŖŁ مِّن Ł†ŁŽŁ‘Ų®ŁŁŠŁ„Ł ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ¹Ł’Ł†ŁŽŁ°ŲØŁ ŁˆŁŽŁŁŽŲ¬ŁŽŁ‘Ų±Ł’Ł†ŁŽŲ§ ŁŁŁŠŁ‡ŁŽŲ§ Ł…ŁŁ†ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ų¹ŁŁŠŁŁˆŁ†Ł

wa ja’alnā fÄ«hā jannātim min nakhÄ«liw wa a’nābiw wa fajjarnā fÄ«hā minal-‘ uyỄn
Dan Kami jadikan padanya kebun-kebun kurma dan anggur dan Kami pancarkan padanya beberapa mata air,

Ł„ŁŁŠŁŽŲ£Ł’ŁƒŁŁ„ŁŁˆŲ§ŪŸ مِن Ų«ŁŽŁ…ŁŽŲ±ŁŁ‡ŁŪ¦ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ…ŁŁ„ŁŽŲŖŁ’Ł‡Ł Ų£ŁŽŁŠŁ’ŲÆŁŁŠŁ‡ŁŁ…Ł’ Ū– Ų£ŁŽŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ“Ł’ŁƒŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

liya`kulỄ min į¹”amarihÄ« wa mā ‘amilat
-hu aidīhim, a fa lā yasykurỄn
supaya mereka dapat makan dari buahnya, dan dari apa yang diusahakan oleh tangan mereka. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

Ų³ŁŲØŁ’Ų­ŁŽŁ°Ł†ŁŽ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁ‰ Ų®ŁŽŁ„ŁŽŁ‚ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ²Ł’ŁˆŁŽŁ°Ų¬ŁŽ ŁƒŁŁ„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ł…ŁŁ…ŁŽŁ‘Ų§ ŲŖŁŁ†Ū¢ŲØŁŲŖŁ Ł±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶Ł ŁˆŁŽŁ…ŁŁ†Ł’ Ų£ŁŽŁ†ŁŁŲ³ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁ…ŁŁ…ŁŽŁ‘Ų§ Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ¹Ł’Ł„ŁŽŁ…ŁŁˆŁ†ŁŽ

sub-Ḅānallażī khalaqal-azwāja kullahā
mimmā tumbitul-arįøu wa min anfusihim
wa mimmā lā ya’lamỄn
Maha Suci Tuhan yang telah menciptakan pasangan-pasangan semuanya, baik dari apa yang ditumbuhkan oleh bumi dan dari diri mereka maupun dari apa yang tidak mereka ketahui.

ŁˆŁŽŲ”ŁŽŲ§ŁŠŁŽŲ©ŁŒ Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł Ł±Ł„ŁŽŁ‘ŁŠŁ’Ł„Ł Ł†ŁŽŲ³Ł’Ł„ŁŽŲ®Ł Ł…ŁŁ†Ł’Ł‡Ł Ł±Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽŲ§Ų±ŁŽ ŁŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‡ŁŁ… Ł…ŁŁ‘ŲøŁ’Ł„ŁŁ…ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa āyatul lahumul-lailu naslakhu min-hun-nahāra fa iżā hum muįŗ“limỄn
Dan suatu tanda (kekuasaan Allah yang besar) bagi mereka adalah malam; Kami tanggalkan siang dari malam itu, maka dengan serta merta mereka berada dalam kegelapan.

ŁˆŁŽŁ±Ł„Ų“ŁŽŁ‘Ł…Ł’Ų³Ł ŲŖŁŽŲ¬Ł’Ų±ŁŁ‰ Ł„ŁŁ…ŁŲ³Ł’ŲŖŁŽŁ‚ŁŽŲ±ŁŁ‘ Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ ۚ Ų°ŁŽŁ°Ł„ŁŁƒŁŽ ŲŖŁŽŁ‚Ł’ŲÆŁŁŠŲ±Ł Ł±Ł„Ł’Ų¹ŁŽŲ²ŁŁŠŲ²Ł Ł±Ł„Ł’Ų¹ŁŽŁ„ŁŁŠŁ…Ł

wasy-syamsu tajrÄ« limustaqarril lahā, żālika taqdÄ«rul-‘azÄ«zil-‘alÄ«m
dan matahari berjalan ditempat peredarannya. Demikianlah ketetapan Yang Maha Perkasa lagi Maha Mengetahui.

ŁˆŁŽŁ±Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁ…ŁŽŲ±ŁŽ Ł‚ŁŽŲÆŁŽŁ‘Ų±Ł’Ł†ŁŽŁ°Ł‡Ł Ł…ŁŽŁ†ŁŽŲ§Ų²ŁŁ„ŁŽ Ų­ŁŽŲŖŁŽŁ‘Ł‰Ł° Ų¹ŁŽŲ§ŲÆŁŽ ŁƒŁŽŁ±Ł„Ł’Ų¹ŁŲ±Ł’Ų¬ŁŁˆŁ†Ł Ł±Ł„Ł’Ł‚ŁŽŲÆŁŁŠŁ…Ł

wal-qamara qaddarnāhu manāzila Ḅattā
‘āda kal-‘urjỄnil-qadÄ«m
Dan telah Kami tetapkan bagi bulan
manzilah-manzilah, sehingga (setelah dia sampai ke manzilah yang terakhir) kembalilah dia sebagai bentuk tandan yang tua.

Ł„ŁŽŲ§ Ł±Ł„Ų“ŁŽŁ‘Ł…Ł’Ų³Ł ŁŠŁŽŁ†Ū¢ŲØŁŽŲŗŁŁ‰ Ł„ŁŽŁ‡ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁ† ŲŖŁŲÆŁ’Ų±ŁŁƒŁŽ Ł±Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁ…ŁŽŲ±ŁŽ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ Ł±Ł„ŁŽŁ‘ŁŠŁ’Ł„Ł Ų³ŁŽŲ§ŲØŁŁ‚Ł Ł±Ł„Ł†ŁŽŁ‘Ł‡ŁŽŲ§Ų±Ł ۚ ŁˆŁŽŁƒŁŁ„ŁŒŁ‘ فِى ŁŁŽŁ„ŁŽŁƒŁ ŁŠŁŽŲ³Ł’ŲØŁŽŲ­ŁŁˆŁ†ŁŽ

lasy-syamsu yambagī lahā an tudrikal-
qamara wa lal-lailu sābiqun-nahār, wa
kullun fī falakiy yasbaḄỄn
Tidaklah mungkin bagi matahari mendapatkan bulan dan malampun
tidak dapat mendahului siang. Dan masing-masing beredar pada garis
edarnya.

BACA JUGA  Pelunasan Haji Ditutup 17 April, Kuota Hampir Penuh

ŁˆŁŽŲ”ŁŽŲ§ŁŠŁŽŲ©ŁŒ Ł„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų£ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ų­ŁŽŁ…ŁŽŁ„Ł’Ł†ŁŽŲ§ Ų°ŁŲ±ŁŁ‘ŁŠŁŽŁ‘ŲŖŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ فِى Ł±Ł„Ł’ŁŁŁ„Ł’ŁƒŁ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŽŲ“Ł’Ų­ŁŁˆŁ†Ł

wa āyatul lahum annā Ḅamalnā żurriyyatahum fil-fulkil-masy-ḄỄn
Dan suatu tanda (kebesaran Allah yang besar) bagi mereka adalah bahwa Kami angkut keturunan mereka dalam bahtera yang penuh muatan.

ŁˆŁŽŲ®ŁŽŁ„ŁŽŁ‚Ł’Ł†ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ… مِّن مِّثْلِهِۦ Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ±Ł’ŁƒŁŽŲØŁŁˆŁ†ŁŽ

wa khalaqnā lahum mim miṔlihī mā
yarkabỄn
dan Kami ciptakan untuk mereka yang akan mereka kendarai seperti bahtera itu.

ŁˆŁŽŲ„ŁŁ† Ł†ŁŽŁ‘Ų“ŁŽŲ£Ł’ Ł†ŁŲŗŁ’Ų±ŁŁ‚Ł’Ł‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲµŁŽŲ±ŁŁŠŲ®ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ Ł‡ŁŁ…Ł’ ŁŠŁŁ†Ł‚ŁŽŲ°ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa in nasya`nugriq-hum fa lā ṣarīkha
lahum wa lā hum yungqażỄn
Dan jika Kami menghendaki niscaya Kami tenggelamkan mereka, maka tiadalah bagi mereka penolong dan tidak pula mereka diselamatkan.

Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ų±ŁŽŲ­Ł’Ł…ŁŽŲ©Ł‹ Ł…ŁŁ‘Ł†ŁŽŁ‘Ų§ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲŖŁŽŁ°Ų¹Ł‹Ų§ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰Ł° Ų­ŁŁŠŁ†Ł

illā raįø„matam minnā wa matā’an ilā įø„Ä«n
Tetapi (Kami selamatkan mereka) karena rahmat yang besar dari Kami dan untuk memberikan kesenangan hidup sampai kepada suatu ketika.

ŁˆŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‚ŁŁŠŁ„ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł Ł±ŲŖŁŽŁ‘Ł‚ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł…ŁŽŲ§ ŲØŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽ Ų£ŁŽŁŠŁ’ŲÆŁŁŠŁƒŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų®ŁŽŁ„Ł’ŁŁŽŁƒŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŲ¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‘ŁƒŁŁ…Ł’ ŲŖŁŲ±Ł’Ų­ŁŽŁ…ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa iżā qÄ«la lahumuttaqỄ mā baina aidÄ«kum wa mā khalfakum la’allakum tur-įø„amỄn

Dan apabila dikatakan kepada mereka: “Takutlah kamu akan siksa yang
dihadapanmu dan siksa yang akan datang supaya kamu mendapat rahmat”, (niscaya mereka berpaling).

ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŲŖŁŽŲ£Ł’ŲŖŁŁŠŁ‡ŁŁ… مِّنْ Ų”ŁŽŲ§ŁŠŁŽŲ©Ł مِّنْ Ų”ŁŽŲ§ŁŠŁŽŁ°ŲŖŁ Ų±ŁŽŲØŁŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŁˆŲ§ŪŸ Ų¹ŁŽŁ†Ł’Ł‡ŁŽŲ§ Ł…ŁŲ¹Ł’Ų±ŁŲ¶ŁŁŠŁ†ŁŽ

wa mā ta`tīhim min āyatim min āyāti
rabbihim illā kānỄ ‘an-hā mu’riįøÄ«n
Dan sekali-kali tiada datang kepada mereka suatu tanda dari tanda tanda kekuasaan Tuhan mereka, melainkan mereka selalu berpaling daripadanya.

ŁˆŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‚ŁŁŠŁ„ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų£ŁŽŁ†ŁŁŁ‚ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł…ŁŁ…ŁŽŁ‘Ų§ Ų±ŁŽŲ²ŁŽŁ‚ŁŽŁƒŁŁ…Ł Ł±Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ ŁƒŁŽŁŁŽŲ±ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁŠŁ†ŁŽ Ų”ŁŽŲ§Ł…ŁŽŁ†ŁŁˆŁ“Ų§ŪŸ Ų£ŁŽŁ†ŁŲ·Ł’Ų¹ŁŁ…Ł Ł…ŁŽŁ† Ł„ŁŽŁ‘ŁˆŁ’ ŁŠŁŽŲ“ŁŽŲ¢Ų”Ł Ł±Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ų£ŁŽŲ·Ł’Ų¹ŁŽŁ…ŁŽŁ‡ŁŪ„Ł“ ؄ِنْ Ų£ŁŽŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ فِى Ų¶ŁŽŁ„ŁŽŁ°Ł„Ł Ł…ŁŁ‘ŲØŁŁŠŁ†Ł

wa iżā qÄ«la lahum anfiqỄ mimmā razaqakumullāhuqālallażīna kafarỄ lillażīna āmanÅ« a nuį¹­’imu mal lau yasyā
`ullāhu aį¹­’amahÅ« in antum illā fÄ« įøalālim mubÄ«n
Dan apabila dikatakakan kepada mereka: “Nafkahkanlah kebahagian dari rezeki yang diberikan Allah kepadamu”, maka orang-orang yang kafir itu berkata kepada orang-orang yang beriman: “Apakah kami akan memberi makan kepada orang-orang yang jika Allah menghendaki tentulah Dia akan memberinya makan, tiadalah kamu melainkan dalam kesesatan yang nyata”.

ŁˆŁŽŁŠŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ Ł…ŁŽŲŖŁŽŁ‰Ł° Ł‡ŁŽŁ°Ų°ŁŽŲ§ Ł±Ł„Ł’ŁˆŁŽŲ¹Ł’ŲÆŁ ؄ِن ŁƒŁŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ ŲµŁŽŁ°ŲÆŁŁ‚ŁŁŠŁ†ŁŽ

wa yaqỄlỄna matā hāżal-wa’du ing kuntum ṣādiqÄ«n
Dan mereka berkata: “Bilakah (terjadinya) janji ini (hari berbangkit) jika kamu adalah orang-orang yang benar?”.

Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁ†ŲøŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŲµŁŽŁŠŁ’Ų­ŁŽŲ©Ł‹ ŁˆŁŽŁ°Ų­ŁŲÆŁŽŲ©Ł‹ ŲŖŁŽŲ£Ł’Ų®ŁŲ°ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŠŁŽŲ®ŁŲµŁŁ‘Ł…ŁŁˆŁ†ŁŽ

mā yanįŗ“urỄna illā į¹£aiįø„ataw wāḄidatan
ta`khużuhum wa hum yakhiṣṣimỄn
Mereka tidak menunggu melainkan satu teriakan saja yang akan membinasakan mereka ketika mereka sedang bertengkar.

ŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ³Ł’ŲŖŁŽŲ·ŁŁŠŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ ŲŖŁŽŁˆŁ’ŲµŁŁŠŁŽŲ©Ł‹ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ¢ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰Ł°Ł“ Ų£ŁŽŁ‡Ł’Ł„ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŠŁŽŲ±Ł’Ų¬ŁŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ

fa lā yastaį¹­Ä«’Ễna tauį¹£iyataw wa lā ilā ahlihim yarji’Ễn
lalu mereka tidak kuasa membuat suatu
wasiatpun dan tidak (pula) dapat kembali kepada keluarganya.

ŁˆŁŽŁ†ŁŁŁŲ®ŁŽ فِى Ł±Ł„ŲµŁŁ‘ŁˆŲ±Ł ŁŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‡ŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł†ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ¬Ł’ŲÆŁŽŲ§Ų«Ł Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‰Ł° Ų±ŁŽŲØŁŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł’ ŁŠŁŽŁ†Ų³ŁŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa nufikha fiṣ-ṣỄri fa iżā hum minal-ajdāṔi ilā rabbihim yansilỄn
Dan ditiuplah sangkalala, maka tiba-tiba mereka keluar dengan segera dari kuburnya (menuju) kepada Tuhan mereka.

Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŁˆŲ§ŪŸ ŁŠŁŽŁ°ŁˆŁŽŁŠŁ’Ł„ŁŽŁ†ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŁ†Ū¢ ŲØŁŽŲ¹ŁŽŲ«ŁŽŁ†ŁŽŲ§ مِن Ł…ŁŽŁ‘Ų±Ł’Ł‚ŁŽŲÆŁŁ†ŁŽŲ§ ۜ Ū— Ł‡ŁŽŁ°Ų°ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŲ§ ŁˆŁŽŲ¹ŁŽŲÆŁŽ Ł±Ł„Ų±ŁŽŁ‘Ų­Ł’Ł…ŁŽŁ°Ł†Ł ŁˆŁŽŲµŁŽŲÆŁŽŁ‚ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŲ±Ł’Ų³ŁŽŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

qālỄ yā wailanā mam ba’aį¹”anā mim
marqadinā hāżā mā wa’adar-raįø„mānu
wa ṣadaqal-mursalỄn
Mereka berkata: “Aduhai celakalah
kami! Siapakah yang membangkitkan kami dari tempat-tidur kami (kubur)?”. Inilah yang dijanjikan (Tuhan) Yang Maha Pemurah dan benarlah Rasul-rasul(Nya).

؄ِن ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽŲŖŁ’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ ŲµŁŽŁŠŁ’Ų­ŁŽŲ©Ł‹ ŁˆŁŽŁ°Ų­ŁŲÆŁŽŲ©Ł‹ ŁŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų¬ŁŽŁ…ŁŁŠŲ¹ŁŒ Ł„ŁŽŁ‘ŲÆŁŽŁŠŁ’Ł†ŁŽŲ§ Ł…ŁŲ­Ł’Ų¶ŁŽŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

ing kānat illā ṣaiḄataw wāḄidatan fa iżā
hum jamÄ«’ul ladainā muįø„įøarỄn
Tidak adalah teriakan itu selain sekali teriakan saja, maka tiba-tiba mereka semua dikumpulkan kepada Kami.

ŁŁŽŁ±Ł„Ł’ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŽ Ł„ŁŽŲ§ ŲŖŁŲøŁ’Ł„ŁŽŁ…Ł Ł†ŁŽŁŁ’Ų³ŁŒ Ų“ŁŽŁŠŁ’Ł€Ł‹Ł”Ų§ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŲŖŁŲ¬Ł’Ų²ŁŽŁˆŁ’Ł†ŁŽ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ł…ŁŽŲ§ ŁƒŁŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ ŲŖŁŽŲ¹Ł’Ł…ŁŽŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

fal-yauma lā tuįŗ“lamu nafsun syai`aw wa lā tujzauna illā mā kuntum ta’malỄn
Maka pada hari itu seseorang tidak akan dirugikan sedikitpun dan kamu tidak
dibalasi, kecuali dengan apa yang telah kamu kerjakan.

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘ Ų£ŁŽŲµŁ’Ų­ŁŽŁ°ŲØŁŽ Ł±Ł„Ł’Ų¬ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ų©Ł Ł±Ł„Ł’ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŽ فِى Ų“ŁŲŗŁŁ„Ł ŁŁŽŁ°ŁƒŁŁ‡ŁŁˆŁ†ŁŽ

inna aṣ-Ḅābal-jannatil-yauma fī syugulin
fākihỄn
Sesungguhnya penghuni surga pada hari itu bersenang-senang dalam kesibukan (mereka).

Ł‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŲ£ŁŽŲ²Ł’ŁˆŁŽŁ°Ų¬ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ فِى ŲøŁŁ„ŁŽŁ°Ł„Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ł±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±ŁŽŲ¢Ų¦ŁŁƒŁ Ł…ŁŲŖŁŽŁ‘ŁƒŁŁ€ŁŁ”ŁˆŁ†ŁŽ

hum wa azwājuhum fÄ« įŗ“ilālin ‘alal-arā`iki muttaki`Ễn
Mereka dan isteri-isteri mereka berada dalam tempat yang teduh, bertelekan di atas dipan-dipan.

Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŁŠŁ‡ŁŽŲ§ ŁŁŽŁ°ŁƒŁŁ‡ŁŽŲ©ŁŒ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁ‡ŁŁ… Ł…ŁŽŁ‘Ų§ ŁŠŁŽŲÆŁŽŁ‘Ų¹ŁŁˆŁ†ŁŽ

lahum fÄ«hā fākihatuw wa lahum mā yadda’Ễn
Di surga itu mereka memperoleh buah-buahan dan memperoleh apa yang mereka minta.

Ų³ŁŽŁ„ŁŽŁ°Ł…ŁŒ Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł„Ł‹Ų§ مِّن Ų±ŁŽŁ‘ŲØŁŁ‘ Ų±ŁŽŁ‘Ų­ŁŁŠŁ…Ł

salām, qaulam mir rabbir raḄīm
(Kepada mereka dikatakan): “Salam”, sebagai ucapan selamat dari Tuhan Yang Maha Penyayang.

ŁˆŁŽŁ±Ł…Ł’ŲŖŁŽŁ°Ų²ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł±Ł„Ł’ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŽ Ų£ŁŽŁŠŁŁ‘Ł‡ŁŽŲ§ Ł±Ł„Ł’Ł…ŁŲ¬Ł’Ų±ŁŁ…ŁŁˆŁ†ŁŽ

wamtāzul-yauma ayyuhal-mujrimỄn
Dan (dikatakan kepada orang-orang kafir): “Berpisahlah kamu (dari orang-orang mukmin) pada hari ini, hai orang-orang yang berbuat jahat.

Ūž Ų£ŁŽŁ„ŁŽŁ…Ł’ Ų£ŁŽŲ¹Ł’Ł‡ŁŽŲÆŁ’ Ų„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’ŁƒŁŁ…Ł’ ŁŠŁŽŁ°ŲØŁŽŁ†ŁŁ‰Ł“ Ų”ŁŽŲ§ŲÆŁŽŁ…ŁŽ Ų£ŁŽŁ† Ł„ŁŽŁ‘Ų§ ŲŖŁŽŲ¹Ł’ŲØŁŲÆŁŁˆŲ§ŪŸ Ł±Ł„Ų“ŁŽŁ‘ŁŠŁ’Ų·ŁŽŁ°Ł†ŁŽ Ū– Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł‡ŁŪ„ Ł„ŁŽŁƒŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŲÆŁŁˆŁŒŁ‘ Ł…ŁŁ‘ŲØŁŁŠŁ†ŁŒ

a lam a’had ilaikum yā banÄ« ādama al lā ta’budusy-syaiṭān, innahỄ lakum ‘aduwwum mubÄ«n
Bukankah Aku telah memerintahkan kepadamu hai Bani Adam supaya kamu tidak menyembah syaitan? Sesungguhnya syaitan itu adalah musuh yang nyata bagi kamu”,

ŁˆŁŽŲ£ŁŽŁ†Ł Ł±Ų¹Ł’ŲØŁŲÆŁŁˆŁ†ŁŁ‰ ۚ Ł‡ŁŽŁ°Ų°ŁŽŲ§ ŲµŁŲ±ŁŽŁ°Ų·ŁŒ Ł…ŁŁ‘Ų³Ł’ŲŖŁŽŁ‚ŁŁŠŁ…ŁŒ

wa ani’budỄnÄ«, hāżā į¹£irāṭum mustaqÄ«m
dan hendaklah kamu menyembah-Ku. Inilah jalan yang lurus.

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁ‚ŁŽŲÆŁ’ Ų£ŁŽŲ¶ŁŽŁ„ŁŽŁ‘ Ł…ŁŁ†ŁƒŁŁ…Ł’ جِبِلًّا ŁƒŁŽŲ«ŁŁŠŲ±Ł‹Ų§ Ū– Ų£ŁŽŁŁŽŁ„ŁŽŁ…Ł’ ŲŖŁŽŁƒŁŁˆŁ†ŁŁˆŲ§ŪŸ ŲŖŁŽŲ¹Ł’Ł‚ŁŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa laqad aįøalla mingkum jibillang kaṔīrā, a fa lam takỄnỄ ta’qilỄn
Sesungguhnya syaitan itu telah menyesatkan sebahagian besar diantaramu, Maka apakah kamu tidak memikirkan?.

Ł‡ŁŽŁ°Ų°ŁŁ‡ŁŪ¦ Ų¬ŁŽŁ‡ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ł…Ł Ł±Ł„ŁŽŁ‘ŲŖŁŁ‰ ŁƒŁŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ ŲŖŁŁˆŲ¹ŁŽŲÆŁŁˆŁ†ŁŽ

BACA JUGA  Pemerintah Tetapkan Idulfitri Senin 31 Maret 2025

hāżihÄ« jahannamullatÄ« kuntum tỄ’adỄn
Inilah Jahannam yang dahulu kamu diancam (dengannya).

Ł±ŲµŁ’Ł„ŁŽŁˆŁ’Ł‡ŁŽŲ§ Ł±Ł„Ł’ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŽ ŲØŁŁ…ŁŽŲ§ ŁƒŁŁ†ŲŖŁŁ…Ł’ ŲŖŁŽŁƒŁ’ŁŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

iṣlauhal-yauma bimā kuntum takfurỄn
Masuklah ke dalamnya pada hari ini disebabkan kamu dahulu mengingkarinya.

Ł±Ł„Ł’ŁŠŁŽŁˆŁ’Ł…ŁŽ Ł†ŁŽŲ®Ł’ŲŖŁŁ…Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł°Ł“ Ų£ŁŽŁŁ’ŁˆŁŽŁ°Ł‡ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŲŖŁŁƒŁŽŁ„ŁŁ‘Ł…ŁŁ†ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁŠŁ’ŲÆŁŁŠŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŲŖŁŽŲ“Ł’Ł‡ŁŽŲÆŁ Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¬ŁŁ„ŁŁ‡ŁŁ… ŲØŁŁ…ŁŽŲ§ ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŁˆŲ§ŪŸ ŁŠŁŽŁƒŁ’Ų³ŁŲØŁŁˆŁ†ŁŽ

al-yauma nakhtimu ‘alā afwāhihim wa tukallimunā aidÄ«him wa tasy-hadu arjuluhum bimā kānỄ yaksibỄn
Pada hari ini Kami tutup mulut mereka; dan berkatalah kepada Kami tangan mereka dan memberi kesaksianlah kaki mereka terhadap apa yang dahulu mereka usahakan.

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁˆŁ’ Ł†ŁŽŲ“ŁŽŲ¢Ų”Ł Ł„ŁŽŲ·ŁŽŁ…ŁŽŲ³Ł’Ł†ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł°Ł“ Ų£ŁŽŲ¹Ł’ŁŠŁŁ†ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ±Ų³Ł’ŲŖŁŽŲØŁŽŁ‚ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł±Ł„ŲµŁŁ‘Ų±ŁŽŁ°Ų·ŁŽ ŁŁŽŲ£ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ł‰Ł° ŁŠŁŲØŁ’ŲµŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

walau nasyā`u laį¹­amasnā ‘alā a’yunihim fastabaquį¹£-į¹£irāṭa fa annā yubį¹£irỄn
Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami hapuskan penglihatan mata mereka; lalu mereka berlomba-lomba (mencari) jalan, Maka betapakah mereka dapat melihat(nya).

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁˆŁ’ Ł†ŁŽŲ“ŁŽŲ¢Ų”Ł Ł„ŁŽŁ…ŁŽŲ³ŁŽŲ®Ł’Ł†ŁŽŁ°Ł‡ŁŁ…Ł’ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł° Ł…ŁŽŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽŲŖŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ł±Ų³Ł’ŲŖŁŽŲ·ŁŽŁ°Ų¹ŁŁˆŲ§ŪŸ Ł…ŁŲ¶ŁŁŠŁ‹Ł‘Ų§ ŁˆŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ±Ł’Ų¬ŁŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ

walau nasyā`u lamasakhnāhum ‘alā
makānatihim famastaṭā’Ễ muįøiyyaw wa lā yarji’Ễn
Dan jikalau Kami menghendaki pastilah Kami ubah mereka di tempat mereka berada; maka mereka tidak sanggup berjalan lagi dan tidak (pula) sanggup kembali.

ŁˆŁŽŁ…ŁŽŁ† Ł†ŁŁ‘Ų¹ŁŽŁ…ŁŁ‘Ų±Ł’Ł‡Ł Ł†ŁŁ†ŁŽŁƒŁŁ‘Ų³Ł’Ł‡Ł فِى Ł±Ł„Ł’Ų®ŁŽŁ„Ł’Ł‚Ł Ū– Ų£ŁŽŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ¹Ł’Ł‚ŁŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa man nu’ammir-hu nunakkis-hu fil
-khalq, a fa lā ya’qilỄn
Dan barangsiapa yang Kami panjangkan umurnya niscaya Kami kembalikan dia kepada kejadian(nya). Maka apakah mereka tidak memikirkan?

ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ł…Ł’Ł†ŁŽŁ°Ł‡Ł Ł±Ł„Ų“ŁŁ‘Ų¹Ł’Ų±ŁŽ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŁ†Ū¢ŲØŁŽŲŗŁŁ‰ Ł„ŁŽŁ‡ŁŪ„Ł“ ۚ ؄ِنْ Ł‡ŁŁˆŁŽ Ų„ŁŁ„ŁŽŁ‘Ų§ Ų°ŁŁƒŁ’Ų±ŁŒ ŁˆŁŽŁ‚ŁŲ±Ł’Ų”ŁŽŲ§Ł†ŁŒ Ł…ŁŁ‘ŲØŁŁŠŁ†ŁŒ

wa mā ‘allamnāhusy-syi’ra wa mā yambagÄ« lah, in huwa illā żikruw wa qur
`ānum mubīn
Dan Kami tidak mengajarkan syair kepadanya (Muhammad) dan bersyair itu tidaklah layak baginya. Al Quran itu tidak lain hanyalah pelajaran dan kitab yang memberi penerangan.

Ł„ŁŁ‘ŁŠŁŁ†Ų°ŁŲ±ŁŽ Ł…ŁŽŁ† ŁƒŁŽŲ§Ł†ŁŽ Ų­ŁŽŁŠŁ‹Ł‘Ų§ ŁˆŁŽŁŠŁŽŲ­ŁŁ‚ŁŽŁ‘ Ł±Ł„Ł’Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł„Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰ Ł±Ł„Ł’ŁƒŁŽŁ°ŁŁŲ±ŁŁŠŁ†ŁŽ

liyunżira mang kāna įø„ayyaw wa yaįø„iqqal-qaulu ‘alal-kāfirÄ«n
supaya dia (Muhammad) memberi peringatan kepada orang-orang yang hidup (hatinya) dan supaya pastilah (ketetapan azab) terhadap orang-orang kafir.

Ų£ŁŽŁˆŁŽŁ„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŽŲ±ŁŽŁˆŁ’Ų§ŪŸ Ų£ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ų®ŁŽŁ„ŁŽŁ‚Ł’Ł†ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł…ŁŽŁ‘Ų§ Ų¹ŁŽŁ…ŁŁ„ŁŽŲŖŁ’ Ų£ŁŽŁŠŁ’ŲÆŁŁŠŁ†ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁ†Ł’Ų¹ŁŽŁ°Ł…Ł‹Ų§ ŁŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŁ‡ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŁ°Ł„ŁŁƒŁŁˆŁ†ŁŽ

a wa lam yarau annā khalaqnā lahum
mimmā ‘amilat aidÄ«nā an’āman fa hum
lahā mālikỄn
Dan apakah mereka tidak melihat bahwa sesungguhnya Kami telah menciptakan binatang ternak untuk mereka yaitu sebahagian dari apa yang telah Kami ciptakan dengan kekuasaan Kami sendiri, lalu mereka menguasainya?

ŁˆŁŽŲ°ŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ł„Ł’Ł†ŁŽŁ°Ł‡ŁŽŲ§ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŽŁ…ŁŁ†Ł’Ł‡ŁŽŲ§ Ų±ŁŽŁƒŁŁˆŲØŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁ…ŁŁ†Ł’Ł‡ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ£Ł’ŁƒŁŁ„ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa żallalnāhā lahum fa min-hā rakỄbuhum wa min-hā ya`kulỄn
Dan Kami tundukkan binatang-binatang itu untuk mereka; maka sebahagiannya menjadi tunggangan mereka dan sebahagiannya mereka makan.

ŁˆŁŽŁ„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁŁŁŠŁ‡ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŁ†ŁŽŁ°ŁŁŲ¹Ł ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ“ŁŽŲ§Ų±ŁŲØŁ Ū– Ų£ŁŽŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ“Ł’ŁƒŁŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

wa lahum fÄ«hā manāfi’u wa masyārib, a fa lā yasykurỄn
Dan mereka memperoleh padanya manfaat-manfaat dan minuman. Maka mengapakah mereka tidak bersyukur?

ŁˆŁŽŁ±ŲŖŁŽŁ‘Ų®ŁŽŲ°ŁŁˆŲ§ŪŸ مِن ŲÆŁŁˆŁ†Ł Ł±Ł„Ł„ŁŽŁ‘Ł‡Ł Ų”ŁŽŲ§Ł„ŁŁ‡ŁŽŲ©Ł‹ Ł„ŁŽŁ‘Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ł‡ŁŁ…Ł’ ŁŠŁŁ†ŲµŁŽŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

wattakhażỄ min dỄnillāhi ālihatal la’allahum yunį¹£arỄn
Mereka mengambil sembahan-sembahan selain Allah, agar mereka mendapat pertolongan.

Ł„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ³Ł’ŲŖŁŽŲ·ŁŁŠŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ Ł†ŁŽŲµŁ’Ų±ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ ŁˆŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ…Ł’ Ų¬ŁŁ†ŲÆŁŒ Ł…ŁŁ‘Ų­Ł’Ų¶ŁŽŲ±ŁŁˆŁ†ŁŽ

lā yastaį¹­Ä«’Ễna naį¹£rahum wa hum lahum
jundum muįø„įøarỄn
Berhala-berhala itu tiada dapat menolong mereka; padahal berhala-berhala itu menjadi tentara yang disiapkan untuk menjaga mereka.

ŁŁŽŁ„ŁŽŲ§ ŁŠŁŽŲ­Ł’Ų²ŁŁ†ŁƒŁŽ Ł‚ŁŽŁˆŁ’Ł„ŁŁ‡ŁŁ…Ł’ ۘ Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ł†ŁŽŲ¹Ł’Ł„ŁŽŁ…Ł Ł…ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ³ŁŲ±ŁŁ‘ŁˆŁ†ŁŽ ŁˆŁŽŁ…ŁŽŲ§ ŁŠŁŲ¹Ł’Ł„ŁŁ†ŁŁˆŁ†ŁŽ

fa lā yaḄzungka qauluhum, innā
na’lamu mā yusirrỄna wa mā yu’linỄn
Maka janganlah ucapan mereka menyedihkan kamu. Sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan dan apa yang mereka nyatakan.

Ų£ŁŽŁˆŁŽŁ„ŁŽŁ…Ł’ ŁŠŁŽŲ±ŁŽ Ł±Ł„Ł’Ų„ŁŁ†Ų³ŁŽŁ°Ł†Ł Ų£ŁŽŁ†ŁŽŁ‘Ų§ Ų®ŁŽŁ„ŁŽŁ‚Ł’Ł†ŁŽŁ°Ł‡Ł مِن Ł†ŁŁ‘Ų·Ł’ŁŁŽŲ©Ł ŁŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ§ Ł‡ŁŁˆŁŽ Ų®ŁŽŲµŁŁŠŁ…ŁŒ Ł…ŁŁ‘ŲØŁŁŠŁ†ŁŒ

a wa lam yaral-insānu annā khalaqnāhu min nuṭfatin fa iżā huwa khaṣīmum
mubīn
Dan apakah manusia tidak memperhatikan bahwa Kami menciptakannya dari setitik air (mani), maka tiba-tiba ia menjadi penantang yang nyata!

ŁˆŁŽŲ¶ŁŽŲ±ŁŽŲØŁŽ Ł„ŁŽŁ†ŁŽŲ§ Ł…ŁŽŲ«ŁŽŁ„Ł‹Ų§ ŁˆŁŽŁ†ŁŽŲ³ŁŁ‰ŁŽ Ų®ŁŽŁ„Ł’Ł‚ŁŽŁ‡ŁŪ„ Ū– Ł‚ŁŽŲ§Ł„ŁŽ Ł…ŁŽŁ† ŁŠŁŲ­Ł’Ł‰Ł Ł±Ł„Ł’Ų¹ŁŲøŁŽŁ°Ł…ŁŽ ŁˆŁŽŁ‡ŁŁ‰ŁŽ Ų±ŁŽŁ…ŁŁŠŁ…ŁŒ

wa įøaraba lanā maį¹”alaw wa nasiya khalqah, qāla may yuįø„yil-‘iẓāma wa hiya
ramīm
Dan ia membuat perumpamaan bagi Kami; dan dia lupa kepada kejadiannya; ia berkata: “Siapakah yang dapat menghidupkan tulang belulang, yang telah hancur luluh?”

Ł‚ŁŁ„Ł’ ŁŠŁŲ­Ł’ŁŠŁŁŠŁ‡ŁŽŲ§ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁ‰Ł“ Ų£ŁŽŁ†Ų“ŁŽŲ£ŁŽŁ‡ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁˆŁŽŁ‘Ł„ŁŽ Ł…ŁŽŲ±ŁŽŁ‘Ų©Ł Ū– ŁˆŁŽŁ‡ŁŁˆŁŽ ŲØŁŁƒŁŁ„ŁŁ‘ Ų®ŁŽŁ„Ł’Ł‚Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŁŠŁ…ŁŒ

qul yuįø„yÄ«hallażī ansya`ahā awwala marrah, wa huwa bikulli khalqin ‘alÄ«m
Katakanlah: “Ia akan dihidupkan oleh Tuhan yang menciptakannya kali yang pertama. Dan Dia Maha Mengetahui tentang segala makhluk.

Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁ‰ Ų¬ŁŽŲ¹ŁŽŁ„ŁŽ Ł„ŁŽŁƒŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł†ŁŽ Ł±Ł„Ų“ŁŽŁ‘Ų¬ŁŽŲ±Ł Ł±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ®Ł’Ų¶ŁŽŲ±Ł Ł†ŁŽŲ§Ų±Ł‹Ų§ ŁŁŽŲ„ŁŲ°ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁ†ŲŖŁŁ… Ł…ŁŁ‘Ł†Ł’Ł‡Ł ŲŖŁŁˆŁ‚ŁŲÆŁŁˆŁ†ŁŽ

allażī ja’ala lakum minasy-syajaril-akhįøari nāran fa iżā antum min-hu tỄqidỄn
yaitu Tuhan yang menjadikan untukmu api dari kayu yang hijau, maka tiba-tiba kamu nyalakan (api) dari kayu itu”.

Ų£ŁŽŁˆŁŽŁ„ŁŽŁŠŁ’Ų³ŁŽ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁ‰ Ų®ŁŽŁ„ŁŽŁ‚ŁŽ Ł±Ł„Ų³ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŁ°ŁˆŁŽŁ°ŲŖŁ ŁˆŁŽŁ±Ł„Ł’Ų£ŁŽŲ±Ł’Ų¶ŁŽ ŲØŁŁ‚ŁŽŁ°ŲÆŁŲ±Ł Ų¹ŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł°Ł“ Ų£ŁŽŁ† ŁŠŁŽŲ®Ł’Ł„ŁŁ‚ŁŽ Ł…ŁŲ«Ł’Ł„ŁŽŁ‡ŁŁ… ۚ ŲØŁŽŁ„ŁŽŁ‰Ł° ŁˆŁŽŁ‡ŁŁˆŁŽ Ł±Ł„Ł’Ų®ŁŽŁ„ŁŽŁ‘Ł°Ł‚Ł Ł±Ł„Ł’Ų¹ŁŽŁ„ŁŁŠŁ…Ł

a wa laisallażī khalaqas-samāwāti wal
-arįøa biqādirin ‘alā ay yakhluqa miį¹”lahum, balā wa huwal-khallāqul-‘
alīm
Dan tidaklah Tuhan yang menciptakan langit dan bumi itu berkuasa menciptakan yang serupa dengan itu? Benar, Dia berkuasa. Dan Dialah Maha Pencipta lagi Maha Mengetahui.

Ų„ŁŁ†ŁŽŁ‘Ł…ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŁ…Ł’Ų±ŁŁ‡ŁŪ„Ł“ Ų„ŁŲ°ŁŽŲ¢ Ų£ŁŽŲ±ŁŽŲ§ŲÆŁŽ Ų“ŁŽŁŠŁ’Ł€Ł‹Ł”Ų§ Ų£ŁŽŁ† ŁŠŁŽŁ‚ŁŁˆŁ„ŁŽ Ł„ŁŽŁ‡ŁŪ„ ŁƒŁŁ† ŁŁŽŁŠŁŽŁƒŁŁˆŁ†Ł

innamā amruhū iżā arāda syai`an ay yaqỄla lahỄ kun fa yakỄn
Sesungguhnya keadaan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu hanyalah berkata kepadanya: “Jadilah!” maka terjadilah ia.

ŁŁŽŲ³ŁŲØŁ’Ų­ŁŽŁ°Ł†ŁŽ Ł±Ł„ŁŽŁ‘Ų°ŁŁ‰ ŲØŁŁŠŁŽŲÆŁŁ‡ŁŪ¦ Ł…ŁŽŁ„ŁŽŁƒŁŁˆŲŖŁ ŁƒŁŁ„ŁŁ‘ Ų“ŁŽŁ‰Ł’Ų”Ł ŁˆŁŽŲ„ŁŁ„ŁŽŁŠŁ’Ł‡Ł ŲŖŁŲ±Ł’Ų¬ŁŽŲ¹ŁŁˆŁ†ŁŽ

fa sub-Ḅānallażībiyadihī malakỄtu kulli
syai`iw wa ilaihiturja’Ễn
Maka Maha Suci (Allah) yang di tangan-Nya kekuasaan atas segala sesuatu dan kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.

Jadi, janganlah kita lupa akan langkah penting ini. Setelah membaca Surah Yasin dengan segala keikhlasan, melanjutkan dengan doa adalah pilihan yang tepat. Mari kita lakukan ini dengan penuh khusyuk dan keyakinan, memohon ampunan, perlindungan, dan keberkahan dari Allah SWT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *