Aceh Turunkan 3.000 ASN Pulihkan Daerah Bencana

Relawan ASN tahap pertama diterjunkan ke lima kabupaten terdampak banjir dan longsor untuk pemulihan fasilitas publik serta layanan dasar masyarakat.

 

 

Banda Aceh — Pemerintah Aceh mulai menurunkan Tim Relawan Aparatur Sipil Negara (ASN) tahap pertama untuk membantu penanganan dan pemulihan wilayah terdampak bencana hidrometeorologi di berbagai daerah. Sebanyak 3.000 ASN dikerahkan sejak Minggu (28/12/2025) ke sejumlah kabupaten yang terdampak banjir dan tanah longsor.

Pelepasan relawan ASN dilakukan melalui Apel Penugasan Relawan ASN Pemerintah Aceh yang digelar di halaman utama Kantor Gubernur Aceh, Banda Aceh, Minggu pagi. Apel tersebut dipimpin oleh Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh mewakili Gubernur Aceh.

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, menjelaskan bahwa penugasan relawan ASN ini merupakan tahap awal dari rangkaian kegiatan kemanusiaan yang akan terus berlanjut dan disesuaikan dengan perkembangan kondisi di lapangan.

“Penugasan relawan ASN ini merupakan tahap pertama dan akan terus dilakukan ke daerah terdampak lainnya, terutama kawasan tengah, tenggara, serta barat selatan Aceh sesuai situasi dan kebutuhan di lapangan,” kata Muhammad.

Pada tahap pertama ini, relawan ASN diterjunkan ke Aceh Tamiang, Aceh Timur, Aceh Utara, Bireuen, dan Pidie Jaya. Mereka dijadwalkan bertugas selama dua hari, dengan fokus pada pemulihan lingkungan dan fasilitas publik pascabencana.

Awalnya, wilayah Bener Meriah dan Aceh Tengah juga masuk dalam rencana penugasan. Namun, akibat kondisi lapangan yang belum memungkinkan—khususnya meluapnya air sungai yang mengganggu akses di Jembatan Tange Besi—kelompok SKPA terkait dialihkan untuk memperkuat penanganan di kawasan pesisir.

Gubernur Aceh, melalui arahannya, menekankan agar para relawan ASN menjaga integritas, profesionalisme, dan semangat pengabdian kepada masyarakat, sekaligus menghormati nilai-nilai kearifan lokal selama menjalankan tugas kemanusiaan.

BACA JUGA  KM Barcelona Terbakar, 5 Tewas Termasuk Ibu Hamil

“Relawan ASN diharapkan menjadi penghubung yang berempati antara Pemerintah Aceh dan masyarakat, serta membangun rasa persaudaraan bahwa pemerintah dan seluruh ASN selalu hadir bersama rakyat,” ujar Muhammad.

Dalam pelaksanaan tugasnya, relawan ASN diminta untuk berkoordinasi secara aktif dengan pemerintah kabupaten/kota setempat, mematuhi arahan pos komando penanganan bencana hidrometeorologi, serta mengutamakan keselamatan dan kesehatan selama berada di lokasi terdampak.

Kegiatan relawan meliputi pembersihan sarana publik seperti sekolah, rumah ibadah, perkantoran, dan rumah warga yang terdampak banjir dan longsor. Sesuai kebutuhan di lapangan, relawan ASN juga dapat bergabung dengan tim lintas instansi, termasuk TNI/Polri, BNPB, relawan pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil (CSO).

Pemerintah Aceh menegaskan bahwa berbagai langkah pemulihan terus dilakukan di bawah supervisi Pemerintah Pusat. Gubernur Aceh mengajak seluruh elemen untuk tetap bersatu dan bergotong royong demi misi kemanusiaan.

“Semoga Aceh dapat segera bangkit dan pulih dari musibah ini,” tutup Muhammad.

Posting Terkait

JANGAN LEWATKAN

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *