RANUP ACEH 2026 Cetak Talenta Muda Berprestasi Pelestari Budaya

Audisi Storytelling dan Agam Inong Cilik menjadi langkah awal menjaring generasi muda berbakat yang siap tampil pada Grand Final RANUP ACEH 2026 sekaligus memperkuat pelestarian budaya Aceh.

 

 

Banda Aceh – Ruang Muda Prestasi Aceh (RANUP ACEH) terus menunjukkan komitmennya dalam mendorong lahirnya generasi muda kreatif dan berprestasi melalui penyelenggaraan live audition kategori Storytelling tingkat SMP/MTs dan Agam Inong Cilik tingkat SD/MI yang berlangsung di NutriHub Banda Aceh.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari rangkaian seleksi menuju Grand Final RANUP ACEH 2026 yang dijadwalkan berlangsung pada Juli mendatang. Melalui ajang ini, panitia berupaya menjaring talenta muda terbaik yang memiliki kemampuan, kreativitas, serta kecintaan terhadap seni dan budaya Aceh.

Audisi kategori Storytelling tingkat SMP/MTs digelar pada Kamis (18/6) dengan diikuti peserta dari berbagai sekolah di Banda Aceh dan Aceh Besar. Dalam penampilannya, para peserta menunjukkan kemampuan bercerita yang komunikatif sekaligus menyampaikan pesan-pesan edukatif yang mengangkat nilai sejarah, budaya, dan kearifan lokal Aceh.

Sementara itu, audisi Agam Inong Cilik tingkat SD/MI yang berlangsung pada Jumat (19/6) menghadirkan peserta dari berbagai daerah di Aceh. Para peserta dinilai berdasarkan kemampuan komunikasi, kepercayaan diri, wawasan budaya, serta potensi mereka sebagai generasi muda yang mampu menjadi teladan dan duta budaya sejak usia dini.

RANUP ACEH merupakan ajang pengembangan kreativitas yang diinisiasi oleh Yayasan Agam Inong Aceh bekerja sama dengan Meuronoe Art School. Program ini hadir sebagai wadah untuk memperkenalkan, mengembangkan, sekaligus mempromosikan kekayaan budaya Aceh melalui berbagai kompetisi yang melibatkan pelajar dan masyarakat umum.

Ketua Panitia RANUP ACEH, Teuku Muhammad Aidil, S.Pd., mengatakan bahwa kegiatan tersebut tidak hanya berorientasi pada kompetisi, tetapi juga menjadi sarana pembelajaran dan penguatan identitas budaya bagi generasi muda.

BACA JUGA  Gampong Tibang Peringati Maulid Nabi SAW 1447 H dengan Tradisi Kuah Beulangong

Menurutnya, RANUP ACEH 2026 dirancang untuk memberikan ruang yang lebih luas bagi pelajar dan pemuda Aceh dalam mengembangkan keterampilan, kreativitas, serta kecintaan terhadap budaya daerah.

“Melalui RANUP ACEH 2026, kami berharap dapat menghadirkan wadah bagi generasi muda untuk mengembangkan talenta yang dimiliki sekaligus menumbuhkan kecintaan terhadap sejarah, seni, dan budaya Aceh sejak usia dini. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya kegiatan ini, khususnya Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah I,” ujarnya.

Sementara itu, Pimpinan Produksi RANUP ACEH, Arman Fulawan, S.Pd., menjelaskan bahwa ajang tersebut dirancang sebagai ruang kolaborasi lintas generasi yang mampu mempertemukan berbagai kalangan untuk saling belajar, berbagi pengalaman, serta membangun jejaring kreatif.

Menurut Arman, RANUP ACEH tidak hanya menjadi panggung bagi peserta untuk menunjukkan prestasi, tetapi juga sarana membangun semangat berkarya dan kepedulian terhadap pelestarian budaya daerah.

“RANUP ACEH hadir sebagai ruang kolaborasi yang mempertemukan berbagai kalangan usia untuk saling belajar, bersilaturahmi, dan membangun relasi. Kami berharap kegiatan ini mampu melahirkan generasi berprestasi yang memiliki kepedulian terhadap sejarah, pariwisata, seni, dan budaya Aceh,” katanya.

Selain kategori Storytelling dan Agam Inong Cilik, RANUP ACEH 2026 juga menghadirkan kompetisi Film Pendek tingkat SMA/MA serta Tari Kreasi tingkat umum. Rangkaian kegiatan tersebut turut melibatkan seniman lokal, komunitas seni, dan berbagai elemen masyarakat dalam upaya memperkuat ekosistem seni dan budaya di Aceh.

Tingginya antusiasme peserta selama proses audisi menjadi indikator positif bahwa minat generasi muda terhadap seni dan budaya daerah terus tumbuh. Kondisi ini dinilai menjadi modal penting dalam menjaga keberlanjutan warisan budaya Aceh sekaligus mendorong lahirnya inovasi kreatif yang tetap berakar pada nilai-nilai lokal.

BACA JUGA  Curi Motor di Asrama TNI, Pria di Banda Aceh Ditangkap Warga

Panitia berharap RANUP ACEH dapat berkembang menjadi agenda tahunan yang berkelanjutan dan menjadi salah satu program strategis dalam mendukung pelestarian budaya Aceh melalui keterlibatan aktif generasi muda.

Melalui pendekatan yang kreatif, edukatif, dan relevan dengan perkembangan era digital, Yayasan Agam Inong Aceh bersama Meuronoe Art School berkomitmen membangun ruang yang mampu mendorong generasi muda untuk berperan aktif dalam menjaga, mengembangkan, serta mempromosikan budaya Aceh kepada masyarakat yang lebih luas.

Peserta yang dinyatakan lolos pada tahap audisi akan mengikuti tahapan seleksi berikutnya hingga Grand Final RANUP ACEH 2026. Acara puncak tersebut akan menjadi ruang apresiasi bagi talenta-talenta muda terbaik Aceh sekaligus momentum memperkuat peran generasi muda sebagai agen pelestarian budaya yang mampu memperkenalkan kekayaan budaya Aceh di tingkat nasional maupun internasional.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *